Menuju Pemilu Israel, Gadi Eisenkot Deklarasikan Misi Gantikan Netanyahu
TEL AVIV, REQNews – Peta politik Israel mulai menghangat menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Gadi Eisenkot, resmi menyatakan diri maju sebagai calon perdana menteri dengan membawa misi utama menggantikan Benjamin Netanyahu.
Pengumuman pencalonan itu disampaikan Eisenkot pada Selasa 30 Juni 2026. Politikus berusia 66 tahun yang memimpin Partai Yashar tersebut langsung memulai kampanye politiknya dengan menekankan perlunya perubahan arah kepemimpinan di Israel.
Dalam pidato perdananya sebagai kandidat perdana menteri, Eisenkot menilai sudah saatnya Israel memasuki babak baru setelah bertahun-tahun berada di bawah pemerintahan Netanyahu.
“Untuk masa depan Israel, kita harus memastikan bahwa Oktober mendatang, pemerintahan ‘7 Oktober’ mengakhiri perannya dalam sejarah,” katanya, merujuk pada kepemimpinan Netanyahu dalam menangani serangan Hamas, seperti dikutip dari AFP, Rabu 1 Juli 2026.
Ia meyakini pergantian kepemimpinan menjadi langkah penting agar Israel memiliki arah baru dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan politik.
“Kita akan membuka babak baru dalam sejarah Israel, babak yang jauh lebih baik, karena Israel harus menang, dan akan menang,” ujarnya.
Eisenkot juga menyampaikan visinya untuk menghadirkan kepemimpinan yang menurutnya lebih berintegritas dan memiliki strategi yang jelas bagi masa depan negara tersebut.
Menurutnya, Israel membutuhkan pemimpin Zionis yang jujur dan bermartabat, sekaligus menjadi rumah politik bagi warga yang menginginkan negara yang lebih kuat, aman, dan memiliki arah yang jelas.
“Kita akan mengganti kepemimpinan tanpa visi dan strategi, yang membawa negara ini menuju kehilangan arah,” ujarnya.
Eisenkot mendirikan Partai Yashar pada September 2023 dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang cukup vokal mengkritik kebijakan perang Netanyahu di Jalur Gaza.
Mantan jenderal itu juga mendapat simpati publik setelah putranya, Gal, yang merupakan tentara Israel, gugur dalam perang di Gaza. Dua keponakannya juga dilaporkan tewas dalam konflik yang sama.
Sebelum mendirikan partai sendiri, Eisenkot memasuki dunia politik pada 2022 bersama mantan petinggi militer Israel lainnya, Benny Gantz.
Sejumlah survei menunjukkan persaingan menuju pemilu masih terbuka. Berdasarkan jajak pendapat yang dirilis stasiun televisi Israel, Channel 12, pekan ini, Partai Yashar diproyeksikan memperoleh 22 dari total 120 kursi di parlemen (Knesset). Angka tersebut masih berada di bawah Partai Likud yang dipimpin Netanyahu dengan proyeksi 24 kursi.
Meski demikian, hasil survei tersebut belum dapat menggambarkan hasil akhir karena pemungutan suara masih akan berlangsung sekitar empat bulan lagi, sehingga dinamika politik masih berpotensi berubah.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
