Berkat Pidatonya, Hamengku Buwono IX Dinobatkan Jadi PNS Sejati
JAKARTA, REQnews – Siapa sangka pegawai negeri sipil (PNS) Indonesia pertama adalah seorang raja yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Berkat pidatonya yang mengesankan ia dijuluki sebagai PNS sejati.
Tepat 18 Maret 1940, tahta kerajaan diberikan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII yang meninggal dunia tidak lama sepulangnya Hamengku Buwono IX ke Yogyakarta.
Hamengku Buwono IX menghabiskan masa mudanya dengan tekun belajar di sekolah milik Belanda. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Rijkuniversitet, Leiden. Di sana ia mendalami Ilmu Hukum Tata Negara. Selama menjadi status mahasiswa, ia aktif di klub debat yang dipimpin oleh Prof. Schrieke.
Dikenal aktif di kampus Hamengku Buwono IX juga bersahabat dengan Putri Juliana yang nantinya menjad Ratu di Belanda. Namun tidak sampai selesai ia melanjutkan pendidikan di Belanda, ayahnya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menyuruhnya pulang ke tanah Jawa.
Kepulangan sudah direncanakan sebagai penerus Kerajaan Keraton Yogyakarta. Meskipun keturunan raja, namun bukan perkara yang mudah bagi Hamengku Buwono IX menduduki singgasana kerajaan. Ia harus melewati berbagai kesepakatan dengan Belanda terlebih dahulu.
Seorang politisi asal Belanda dr. Lucien Adam telah melakukan perdebatan panjang dengan Hemengku Buwono IX tapi belum ada titik temu. Karena raja yang dihadapi oleh dr. Lucien bukanlah orang sembarangan. Raja tersebut pandai memimpin sebuah perdebatan.
Membuat kesepakatan ternyata butuh waktu yang lama. Sudah hampir 4 bulan, kesepakaran diantara keduanya juga belum juga menemui jalan tengah. Pada 12 maret 1940, kesepakatan atas usulan Belanda yang berisi 17 BAB dengan 59 Pasal ditandatangani secara tiba-tiba oleh Hamengku Buwono IX.
Gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kandjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ingalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Kalifatullah IX, baru dinobatkan pasa saat kenaikan tahta. Sebelumnya ia menggunakan nama kecil Gusti Raden Mas Dorojatun.
Di hadapan seluruh rakyat Yogyakarta juga pihak Belanda, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berpidato, “Di pundak saya, ada satu tugas yang berat. Saya harus mengharmonisasikan antara yang Barat dan yang Timur, tanpa yang Timur kehilangan kepribadiannya. Walaupun saya mendapatkan pendidikan di Barat yang sesungguhnya, saya tetap orang Jawa.”
Isi pidato yang mengaggumkan itu ditutup dengan pernyataan, “… maka saya akan mendharmabhaktikan diri saya kepada nusa dan bangsa sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri saya,” pernyataan inilah yang kemudian menjadikannya sebagai PNS pertama di Indonesia.
Ia menggunakan jabatan PNS dengan sebaik-baiknya. Bahkan ia sempat menjadi Wakil Presiden Soeharto. Hidupnya ia berikan hanya untuk kepentingan rakyat. Sri Sultan Hamengku Buwono IX wafat di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2 Oktober 1988. Kemudian namanya juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. (Anita/Bins)
Redaktur : Anita
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.