REQNews.com

Profil Agustinus Jilah, Panglima Pasukan Merah Dayak Kalimantan yang Terkenal Gahar

Profil

Monday, 16 August 2021 - 02:01

Agustinus Jilah, Panglima Pasukan Merah Dayak Kalimantan (Foto: Istimewa)Agustinus Jilah, Panglima Pasukan Merah Dayak Kalimantan (Foto: Istimewa)

KALIMANTA, REQnews - Sosok Panglima Jilah sering terdengar dalam setiap aksi yang bersinggungan dengan masyarakat adat Dayak, melalui Pasukan Merahnya. Ia menjadi sebuah simbol perjuangan masyarakat adat di bumi Borneo dalam mencari keadilan di tanah leluhurnya. 

Panglima Jilah yang juga disebut dengan Pengalangok Jilah, yang lahir dengan nama Agustinus Jilah. Ia lahir pada tanggal 19 Agustus 1980, di desa Sambora, Mepawah Hulu, kabupaten Landak ini, lahir di tahun Kera Mas.

Pria yang tubuhnya bertato khas suku Dayak ini, memang berpostur sedang. Namun memiliki semangat juang dan keberanian yang luar biasa besar dalam memperjuangkan hak-hak kaumnya di tanah adat leluhur.

Beberapa kasus pun pernah ia perjuangkan, seperti aksi pembebasan enam peladang di kabupaten Sintang. Lalu ada aksi massa di mana petani plasma menuntut haknya kepada koorporasi PT. PI  di wilayah kecamatan Ngabang, kabupaten Landak.

Dalam orasinya, Panglima Jilah dengan pesan mendukung upaya perjuangan petani plasma tersebut, mampu membakar semangat massa yang hadir.

Sosoknya semakin terkenal, ketika salah seorang tokoh masyarakat adat Kinipan, Kalimantan Tengah bernama Effendi Buhing viral kasusnya. Kasus tersebut membuat Buhing diundang dalam sesi wawancara Mata Najwa dengan tema "Hukum Suka-suka."

Saat itu, Buhing secara langsung mengucapkan terima kasih kepada Panglima Jilah yang telah membantu mengawal kasusnya. Karena, peran dari Panglima Jilah dalam kasus pembebasan Effendi Buhing memang tidaklah bisa dipungkiri.

Melalui berbagai pernyataan dan ajakannya untuk membela Buhing, telah mengundang begitu banyak reaksi simpatik dari berbagai kalangan termasuk media.

Kepedulian sang panglima terhadap adat dan budaya serta keberaniannya tampil dalam konflik sosial yang menimpa masyarakat adat dan petani di tanah Borneo di era sekarang ini.

Tentunya, aksi yang ia lakukan menjadi catatan tersendiri dan inspirasi bagi banyak anak muda dalam upaya memperjuangkan kaum yang termarginal di negeri ini. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pengikut yang tergabung dalam pasukan merah.

 

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.