REQNews.com

Sosok Serda Gijadi, Tentara Kontroversial Penembak Mati Jenderal Ahmad Yani

Profil

Wednesday, 25 August 2021 - 16:45

Sosok Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani (Foto: Istimewa)Sosok Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Seperti diketahui, Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani gugur tertembak di kediamannya dalam peristiwa yang dikenal hingga kini sebagia Tragedi G30S/PKI.

Meski sejarah peristiwa kelam itu masih simpang siur dan menuai kontroversi hingga kini, sosok penembak mati Jenderal Ahmad Yani masih membuat publik penasaran.

Siapa tentara yang disebut-sebut menembak mati Jenderal Ahmad Yani dan seperti apa sosoknya?

Akun Instagram @revolusi_bangsa1965, mengunggah informasi soal peristiwa penembakan Jenderal Ahmd Yani dan mengungkap sosok tentara yang melakukan penembakan tersebut.

Menurut akun tersebut, sebelum Jenderal Ahmad Yani gugur, para prajuritnya datang ke rumah dan mengatakan sang presiden meminta bertemu. Ahmad Yani yang hendak membersihkan diri dan mengganti baju pun dilarang oleh mereka.

Mendengar larangan tersebut, Ahmad Yani sempat secara spontan menampar salah satu prajurit hingga jatuh tersungkur bersama senjatanya. Melihat hal itu, prajurit lainnya yang berdiri di samping Serda Gijadi memintanya untuk menembak.

Usai mendapat perintah, Serda Gijadi menembak Ahmad Yani dari belakang setelah menutup pintu hingga meninggal dunia. Sosok yang memberi perintah kepada Serda Gijadi adalah Sersan Satu Raswad.

"Foto adalah foto Sersan dua GIJADI Ketika baru di tangkap,dan di bawa ke rumah Tahanan CPM," tulis akun tersebut dalam keterangan foto unggahan wajah Serda Gijadi, dikutip Rabu, 25 Agustus 2021.

Sementara itu, anak-anak Jenderal Ahmad Yani yang menyaksikan langsung peristiwa mengerikan itu, membeberkan sejumlah fakta.

"Cuma waktu penembakan memang saya sama Eddy, setelah penembakan itu karena suaranya keras bangun kakak saya semua. Saya masuk ke kamar mau bangunin tetapi yang keluar ibu Juwi duluan, kami kejar mas dari belakang," kata Untung, putra Jenderal Ahmad Yani.

"Diseret sampai luar, dilemparkan sampai ke dalam bis kalau enggak salah. Almarhum itu dilempar ke dalam bis, setelah itu berangkat mereka. Sudah, kami tunggu. Nah waktu kamu kejar sampai di luar di belakang situ, mohon maaf mas saya agak...," lanjutnya sembari menahan airmata.

Unggahan tersebut tak pelak mencuri perhatian dan menuai beragam komentar netizen karena mengingatkan kembali dengan sejarah kelam penembakan Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.