Mengenal Satu-satunya Jenderal Bintang Enam di Dunia, Ia Dijuluki 'Black Jack'
JAKARTA, REQnews - John Joseph Pershing adalah Jenderal Angkatan Darat tersohor dari Amerika Serikat, yang namanya abadi karena Perang Dunia I, kala ia memimpin pasukan Paman Sam melawan Jerman.
Lahir 13 September 1860 di Missouri dan meninggal dunia pada 15 Juli 1948, Pershing dikenal luas di dunia militer, dengan julukan 'Black Jack'.
Faktanya, Black Jack adalah satu-satunya jenderal dengan bintang enam di dunia. Melebih pangkat bintang lima yang disandang delapan nama, tiga di antaranya dari Indonesia yakni Jenderal Besar Sudirman, Abdul Haris Nasution dan Suharto.
Operasi yang membuat namanya melambung adalah ketika ia menjadi komandan Pasukan Ekspedisi Amerika (AEF) pada 1917 hingga 1918, ketika Perang Dunia I berkecamuk di Eropa.
Karir militernya disebut-sebut melejit karena menikahi putri Ketua Senat AS pada 1905, dan kedekatannya dengan Presiden Theodore Roosevelt. Bayangkan, dari pangkat kapten, ia langsung dipromosikan ke Brigadir Jenderal, ini yang sempat menghebohkan jagat militer pada saat itu dan dianggap sebagai sejarah yang mustahil terulang.
Namun, keputusan AS menaikkan pangkatnya tidak sia-sia. Pershing sukses memimpin banyak operasi, seperti Pertempuran Bukit San Juan antara AS melawan Spanyol, Pemberontakan Moro melawan gerilyawan Filipina, Perang Rusia-Jepang hingga Revolusi Meksiko, hingga akhirnya Perang Dunia I.
Pada masa perang dunia, Pershing memimpin pasukan AS, dan secara mengejutkan menolak tawaran Inggris juga Prancis untuk bersatu melawan Jerman.
Bagi Black Jack, AEF adalah satuan operasi khusus yang bergerak sendiri tanpa perlu bantuan negara manapun. Meskipun divisi lain bergabung dengan Prancis dan Inggris, Pershing tetap bergerak dengan armadanya.
Taktiknya kala itu mengejutkan Jerman, yang sudah menguasai beberapa negara sekutu selama tiga tahun. Pershing diam-diam memasukkan pasukan AS secara cepat, dengan tidak membawa alat-alat berat.
Lalu, untuk bertempur, ia memanfaatkan semua peralatan negara-negara sekutu, khususnya Inggris dan Prancis. Pecahlah perang sengit di Cantigny, Chateau-Thierry dan Belleau Wood, serta Soissons.
September 1918, di bawah komando langsung Pershing, Angakatan Darat Pertama sudah tiba di St Mihiel, dan mengalahkan Jerman di wilayah-wilayah Sekutu.
Black Jack kemudian menerima perintah untuk bertempur 47 hari bersama Prancis, dan akhirnya memenangkan perang sehingga memaksa Jerman menyepakati gencatan senjata.
Pertempuran dihentikan, gencatan senjata terjadi. Namun, Pershing sebenarnya masih ingin terus berperang, karena misi utamanya adalah menghancurkan militer Jerman sampai tak tersisa, bahkan bila perlu tidak bisa bangkit kembali.
Seusai Perang Dunia I, Pershing sudah tak mengomandoi pasukan lapangan lagi. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 1921 hingga 1924.
Jenderal-jenderal setelahnya yang memimpin Perang Dunia II adalah didikan Pershing. Sebut saja seperti George Marshall, Dwight D Eisenhower, Douglas MacArthur, hingga George S Patton.
Pershing dianugerahi gelar Jenderal Pasukan atau General of the Armies, sebuah pangkat tertinggi di Angkatan Darat AS. Senat menyetujuinya untuk memilih lencana sendiri.
Akhirnya, Pershing memilih menggunakan Empat Bintang Emas yang membedakan dirinya dari para jenderal di bawahnya, yang berlencana bintang perak.
Namun, seiring waktu ada pembentukan pangkat Jenderal Bintang Lima Angkatan Darat selama Perang Dunia II. Pershing secara tidak resmi diangkat sebagai jenderal bintang enam.
Sayangnya, sebelum sempat lencana tersebut diusulkan dan disepakati Kongres AS, Pershing meninggal dunia pada 1948.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.