REQNews.com

Tewas saat Bertamasya! Kematian Sri Sultan Hamengkubuwono IV Masih Jadi Misteri

Profil

Monday, 06 December 2021 - 13:04

Sri Sultan Hamengkubuwono IV (Foto: Istimewa)Sri Sultan Hamengkubuwono IV (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sri Sultan Hamengkubuwono IV merupakan seorang raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah pada tahun 1814-1822.

Pria kelahiran Kraton Yogyakarta, 3 April 1804 itu memiliki nama asli Gusti Raden Mas Ibnu Jarot. Ia merupakan putra kedelapan belas Hamengkubuwono III yang lahir dari permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Kencono.

Kemudian dirinya naik tahta menggantikan ayahnya pada usia sepuluh tahun, yaitu pada tahun 1814. Namun, karena usianya masih sangat muda, Paku Alam I pun ditunjuk sebagai wali pemerintahannya.

Pada pemerintahan Hamengkubuwono IV, kekuasaan Patih Danurejo IV semakin merajalela. Ia menempatkan saudara-saudaranya menduduki jabatan-jabatan penting di keraton.

Bahkan, keluarga Danurejan ini terkenal tunduk pada Belanda. Mereka juga mendukung pelaksanaan sistem Sewa Tanah untuk swasta, yang hasilnya justru merugikan rakyat kecil.

Namun, tepatnya pada tanggal 20 Januari 1820 Paku Alam I meletakkan jabatan sebagai wali raja dan kerajaan pun dipimpin oleh Hamengkubuwono IV.

Tetap pemerintahan tersebut hanya berjalan dua tahun karena ia tiba-tiba meninggal dunia pada tanggal 6 Desember 1823 saat sedang bertamasya.

Kematian Hamengkubuwono IV yang serba mendadak ini menimbulkan desas-desus bahwa ia tewas diracun ketika sedang bertamasya. 

Putra mahkota yang belum genap berusia tiga tahun diangkat sebagai raja, bergelar Hamengkubuwono V.

Hamengkubuwono IV pun mendapat gelar anumerta Sinuhun Jarot, Seda Besiyar.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.