REQNews.com

Profil Polda Kalimantan Selatan, Bermula dari Satuan Mobrig Pembasmi NII

Profil

Wednesday, 26 October 2022 - 15:30

Mapolda Kalimantan SelatanMapolda Kalimantan Selatan

JAKARTA, REQnews - Polda Kalimantan Selatan memiliki sejarah panjang dan cukup keras dalam pendiriannya, yang bermula pada tahun 1950-an.

Kini, Polda Kalsel dipimpin oleh Kapolda Irjen Andi Rian Ryacudu Djajadi dan Wakapolda Brigjen M Agung Budijono.

Polda Kalsel membawahi sejumlah polres di wilayah hukumnya, yakni Polresta Banjarmasin, Polres Balangan, Banjar, Banjarbaru, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

Kemudian, Polres Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Polres Tapin.

Adapun Markas Polda Kalsel beralamat di Jalan S. Parman, Nomor 16, Kota Banjaramasin, Kalimantan Selatan.

Sejarah Singkat Polda Kalsel

Tahun 1950-an, situasi politik di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Kemudian, hal itu merembet sampai pada terciptanya banyak kekacauan skala nasional oleh kelompok separatis, termasuk di wilayah Kalimantan.

Kemudian, muncul satuan Mobrig yang dibentuk oleh pemerintah untuk melakukan penumpasan dan pengamanan di berbagai daerah dari gerakan separatis. Keberadaan satuan itu menjadi rangkaian sejarah terbentuknya Polda Kalimantan Selatan.

Pengabdian Mobrig dalam melaksanakan tugas negara tidak pernah surut. Sekitar tahun 1953, di Kalimantan Selatan, satuan Mobrig  yang berasal kesatuan Surabaya dikerahkan untuk memadamkan pemberontakan rakyat pimpinan Letnan Dua Ibnu Hajar, Komandan Pasukan Pengempur Divisi IV ALRI di Kalimantan Selatan. 

Ibnu Hajar pada Oktober 1950 membentuk Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT) dan menyatakan gerakannya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII) dengan wilayah pergerakannya di daerah Hulu Sungai sepanjang kawasan pegungungan Maratus pada wilayah Kalimantan Selatan. Selain kelompok Ibnu Hajar, ada juga kelompok yang dikenal dengan nama Gerakan Mandau Talawang Panca Sila (GMTPS), pimpinan Christian Simbar di daerah sepanjang perairan Sungai Barito di wilayah Kalimantan Tengah.

 Gerakan Ibnu Hajar dengan KRyTnya dalam aksinya menggunakan taktik perang gerilya. Aktivitas aksinya semakin meluas ke wilayah-wilayah Barabai, Birayang, Batumandi, Paringin, Kelua dan Kandangan.

Setelah melakukan serangkaian gerakan berbahaya bagi negara, Ibnu Hajar dan gerombolannya ditangkap pada 1959 dan dihukum mati pada 1963.

Secara formal, bersamaan datangnya pasukan Mobrig, Kepolisian Kalimantan pada 1953 terbentuk dan berkedudukan pertama di Banjarmasin. Pada awalnya Polda Kalsel dikenal dengan sebutan Kepolisian Keresidenan Kalimantan, yang pada saat itu Keresidenan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi satu berkedudukan di Banjarmasin.

Baru pada 23 Mei 1957, Keresidenan Kalimantan Tengah resmi berdiri sendiri menjadi provinsi dengan ibu kota Palangkaraya. Namun Kepolisian Kalimantan masih mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor: Kep/11/X/1992 tanggal 5 Otober 1992, terjadi likuidasi Polda Kaselteng menjadi Polda Kalsel dan Polda Kalteng yang realisasinya dilaksanakan pada penghujung tahun anggaran 1994/1995.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.