REQNews.com

Ini Profile dan Perjuangan Rishi Sunak hingga Sampai di Kursi PM Inggris

Profil

Friday, 28 October 2022 - 11:32

Rishi sunak (Foto:AFP/ SUSANNAH IRELAND)Rishi sunak (Foto:AFP/ SUSANNAH IRELAND)

JAKARTA, REQNews - Rishi Sunak  memenangkan dan menduduki kursi Perdana Menteri (PM) Inggris ke-57 dan dilantik oleh Raja Charles III di Istana Buckingham pada Selasa 25 Oktober 2022.

Sunak disebut memiliki darah India, dan menjadi orang kulit berwarna pertama yang berhasil menaiki kursi PM Inggris.

Selain menjadi PM Inggris pertama keturunan Asia dan beragama Hindu, Sunak juga dinobatkan menjadi PM termuda dalam 200 tahun sejarah Inggris. Saat ini, Sunak masih berusia 42 tahun.

Satu-satunya pria yang lebih muda dari Sunak ketika menjadi PM adalah William Pitt yang Muda, yang menjadi PM terakhir Inggris Raya pada tahun 1783. Saat itu, Pitt masih berusia 24, dan tetap berkuasa hingga tahun 1801.

Kaya raya, masih muda, Sunak pun membuat sejarah sebagi pemeluk Hindu pertama yang memimpin Britania Raya.

Sunak adalah PM Inggris pertama keturunan Asia Selatan, dengan kedua orang tuanya adalah Hindu berlatarbelakang Punjabi India, kelahiran Afrika.

Ayahnya, Yashvir Sunak adalah seorang dokter umum, dan lahir dan besar di Kenya. Sementara ibunya, Usha Sunak lahir di Tanzania, dan menjadi direktur dan apoteker di Sunak Pharmacy di Southampton, Inggris.

Sunak merupakan keturunan Yahudi tetapi dibaptis ke dalam Gereja Inggris.

Lahir di Southampton pada 12 Mei 1980, Sunak menyebut dirinya memiliki 'akar India'. Kakeknya lahir di provinsi Punjab, British India, dan beri migrasi dari Afrika Timur bersama keluarga mereka ke Inggris pada 1960-an.

Anak tertua dari tiga bersaudara, Sunak dididik di Winchester Charles, sebuah sekolah asrama swasta dengan biaya mencapai 43.335 poundsterling (Rp781,3juta) setahun.

Sunak yang dulu menjadi wakil sekolah, dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan banyak sumbangan, dengan nilai lebih dari 100 ribu poundsterling (Rp1,8 miliar) ke sekolahnya tersebut.

Sunak kemudian melanjutkan studi politik, filsafat dan ekonomi di Universitas Oxford, dengan gelar honour First Class-nilai tertinggi.  Dia kemudian memperoleh gelar master administrasi bisnis (MBA) di Universitas Stanford, di mana dia bertemu istrinya Akshata Murty.

Istri Sunak adalah putri miliarder India NR Narayana Murthy, yang sering digambarkan sebagai 'Bill Gatesnya India'. Narayana adalah pendiri perangkat lunak Infosys. Menurut laporan, putrinya memiliki 0,91 persen saham di perusahaan tersebut, atau nilainya sekitar 700 juta poundsterling (Rp12,6 triliun).

Pasangan itu menikah di kota kelahiran Murty di Bengaluru dalam upacara dua hari pada tahun 2009, dengan tamu yang hadir mencapai seribu orang.

Rishi dan Murty dikarunia dua putri, Krishna dan Anoushka. Pada bulan April tahun ini, terungkap bahwa Murty adalah penduduk Inggris yang tidak berdomisili. Artinya, dia tidak perlu membayar pajak Inggris atas penghasilannya di luar negeri, dengan imbalan membayar biaya tahunan sebesar 30 ribu poundsterling (Rp540 juta).

Tanpa status non-dom itu, Murty mungkin bertanggung jawab atas lebih dari USD 20 juta pajak Inggris. Setelah protes publik, juru bicaranya mengumumkan dia akan mulai membayar pajak Inggris atas pendapatannya di seluruh dunia, demi mengurangi tekanan politik pada suaminya.

Bagaimanapun, Sunak sudah kaya sebelum memasuki dunia politik. Menurut The Times, dia adalah seorang 'multi jutawan di usia pertengahan 20 tahunan'. Ia tercatat menjadi mitra di dua hedge fund yang sangat menguntungkan dan dianggap sebagai salah satu anggota parlemen Inggris terkaya.

Kekayaan gabungan Sunak dan Murty pun bernilai fantastis. Diperkirakan kekayaan mereka mencapai setidaknya 730 juta poundsterling (Rp13 triliun). Angka ini dua kali lipat dari kekayaan Raja Charles III dan Camilla, Ratu Permaisuri yang diperkirakan mencapai 300-350 juta poundsterling.

Sunak dan istrinya memiliki empat properti yang tersebar di seluruh dunia, dengan nilai mencapai lebih dari 15 juta poundsterling (Rp270 miliar).

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.