Siapa Mahsa Amini yang Kematiannya Menuai Protes Besar-besaran di Iran?
JAKARTA, REQNews - Kematian Mahsa Zhina Amini menuai protes besar-besaran terhadap pemerintahan Iran. Penangkapannya menimbulkan kontroversi pada 13 September 2022 oleh Guidance Patrol Iran atau Polisi Moral Iran.
Menurut laporan Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, hingga akhir November 2022, jumlah korban tewas dalam unjuk rasa sejak September lalu adalah 448 orang. namun data tersebut tidak diakui pemerintah Iran.
Diduga ia tewas dipukuli polisi Iran gara-gara tidak menggunakan hijab dengan benar.
Dia dibawa ke tahanan polisi karena tidak mengenakan jilbab dengan benar. Dalam sebuah wawancara, kakaknya mengatakan bahwa dia tidak di kantor polisi, tetapi dirawat di Rumah Sakit.
Dia mengalami koma selama dua hari dan meninggal pada 16 September 2022. Setelah kematiannya, terjadi protes terhadap Guidance Patrol dan undang-undang tentang jilbab.
Mahsa Amini sedang berlibur bersama keluarganya di ibukota Iran pada saat penangkapan terhadap dirinya.
Saat dia berjalan bersama keluarganya, mobil polisi berhenti di sampingnya dan adik laki-lakinya, Kiarash Amini. Mahsa berada dalam keadaan sehat saat itu.
Disadur dari IranWire, Mahsa adalah perempuan asal Kota Saghez, Provinsi Kurdistan. Dia lahir pada 21 September 1999.
Mahsa merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya, Armin Amini, meninggal dunia sebelum usia remaja.
Ketika Mahsa lahir ke dunia, kedua orang tuanya merasa memiliki harapan baru.
Adiknya, Kiarash, masih berusia 17 tahun saat dia menyaksikan sang kakak direnggut dari tangannya tanpa bisa berbuat apa-apa.
Keluarganya menggambarkan Mahsa sebagai gadis manis yang senang melancong, serta menyukai musik dan seni etnis Kurdi.
Mahsa juga disebut sebagai seorang perempuan progresif yang gemar membaca.
Dia mengisi waktunya dengan menjalankan sebuah toko manteau (mantel). Sebelum meninggal dunia, Mahsa memiliki mimpi yang sederhana: untuk hidup mandiri jauh dari hiruk-pikuk.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.