REQNews.com

Profil Mahmoud Abbas, Presiden Palestina yang Mengaku Cina Sebagai Sahabat yang Tulus

Profil

Friday, 09 December 2022 - 21:00

Presiden Palestina Mahmoud AbbasPresiden Palestina Mahmoud Abbas

JAKARTA, REQNews -  Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rakyat Palestina sangat bangga dengan hubungan persahabatan mereka dengan Cina.

Bahkan Mahmoud Abbas mengungkapkan bahwa Cina sebagai sahabat yang tulus dan dapat dipercaya.

Hal itu dikatakannya usai mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela konferensi tingkat tinggi Dewan Kerja Sama Negara Teluk Arab di Riyadh, Kamis 8 Desember 2022.

"China adalah teman Palestina yang tulus dan bisa dipercaya, dan selalu dengan tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina," demikian laporan Xinhua yang mengutip pernyataan Abbas.

Mahmoud Abbas atau yang juga dikenal dengan nama Abu Mazen, lahir di Safed pada 15 November 1935.

Safed, Galille, merupakan sebuah wilayah Palestina yang kini dikuasai Israel.

Saat terjadinya Perang Palestina pada 1948, Abbas bersama keluarganya menyelamatkan diri ke Suriah. Lalui di Suriah ia melanjutkan pendidikan hingga lulus dari jurusan hukum dari Universitas Damaskus.

Setelah merampungkan pendidikan di Suriah, Abbas bertolak ke Rusia. Dia mengambil pendidikan lanjutan di Universitas Patrice Lumumba di Moskwa. Abbas lulus dengan gelar Candidate of Sciences, atau setara dengan PhD.

Dia menuliskan disertasi tentang hubungan Nazisme dengan Zionisme. Banyak pihak yang kemudian menganggap tulisan Abbas sebagai teori konspirasi yang menyangkal Tragedi Holocaust.

Pada pertengahan tahun 1950-an, Abbas pindah ke Qatar. Di situ, dia mulai berkenalan dan membangun jaringan dengan kelompok pergerakan bawah tanah politik Palestina.

Pada akhir 1950-an, dia berkenalan dengan Yasser Arafat. Bersamanya dan lima orang Palestina lainnya, mereka mendirikan organisasi Fatah di Kuwait. Inilah awal Abbas masuk dalam dunia perpolitikan, dengan organisasi Fatah yang nantinya akan menjadi salah satu faksi di pemerintahan Palestina.

Disaat Pemimpin Otoritas Palestina, Yasser Arafat membentuk lembaga perdana menteri dan menunjuk Abbas sebagai perdana menteri pertama. Namun dia mundur setelah hanya empat bulan. 
Pada 2004, Yasser Arafat meninggal dan membuka posisi puncak pemerintahan Palestina untuk Abbas. Dia pun terpilih secara aklamasi sebagai ketua PLO pada 11 November 2004.

Abbas kemudian dicalonkan oleh Fatah untuk menjadi kandidat dalam pemilihan presiden Palestina yang digelar pada 9 Januari 2005. Dia pun terpilih setelah meraih 62,3 persen suara.

Meski dia terpilih untuk masa jabatan selama empat tahun, namun pada kenyataannya dia menjabat lebih lama, karena pemilihan untuk penggantinya berulang kali ditunda.

Dia pun menghadapi kritik sepanjang masa jabatannya sebagai presiden. Abbas masih menjabat sebagai presiden Palestina hingga kini. Proses perdamaian dengan Israel masih belum tercapai hingga kini.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.