Mengingat Detik-detik Tertangkapnya Saddam Hussein oleh Tentara Amerika
JAKARTA, REQNews - Hari ini 19 tahun silam, tepatnya 14 Desember 2003 Presiden terguling Irak, Saddam Hussein ditangkap tentara AS.
Saddam Hussein ditemukan bersembunyi di sebuah bunker kecil di rumah yang berada di lokasi pertanian sekitar 10 mil (15 km) selatan dari kota asalnya, Tikrit.
Seorang juru bicara militer AS, Mayor Jenderal Raymond Odierno mengatakan operasi itu diluncurkan segera setelah informasi dari seorang anggota keluarga Saddam Hussein.
"Selama 10 hari terakhir kami membawa sekitar lima sampai 10 anggota keluarganya, dan akhirnya mendapat informasi utama dari salah satunya," beber Odierno.
Saddam Hussein ditemukan di sebuah spider hole atau gudang cukup besar untuk seseorang berbaring. Ukurannya 1,8 m x 2,5 meter.
Pintu masuk bagian atasnya dilapisi polystyrene dan ditutupi dengan karpet, batu bata dan tanah. Saddam telah bernapas melalui ventilasi udara dan kipas extractor.
Mayor Jenderal Odierno mengatakan,Saddam Hussein menyerahkan diri tanpa perlawanan. Dia tampak bingung dan mengalami disorientasi saat ditangkap pukul 20.30 waktu setempat.
Dalam penangkapan tersebut, dua orang tak dikenal yang mengaku 'sekutu dekat' Saddam Hussein juga dibekuk. Senjata dan uang tunai lebih dari US$ 750 ribu turut disita.
Sebelumnya, Saddam tak diketahui keberadaannya sejak pasukan AS memasuki Baghdad pada April 2003.
Meskipun menjadi salah satu orang yang paling diburu dalam sejarah, ia berhasil menghindari penangkapan selama delapan bulan.
bahkan pihak AS mengumumkan sayembara berhadiah US$ 25 juta, bagi mereka yang bisa memberikan informasi mengarah pada penangkapannya.
Sebuah hadiah yang sama diklaim untuk mengungkapkan keberadaan anak-anak Saddam Hussein: Uday dan Qusay, yang tewas dalam serangan oleh pasukan AS di kota Mosul, Irak utara pada Juli 2003.
Ketika berita penangkapan Saddam Husein tersebar ke seluruh Irak, orang-orang mulai merayakannya di jalan-jalan Baghdad dan kota Kirkuk. Mereka berpesta, membunyikan klakson, dan menembakkan kembang api ke udara.
Sementara kota-kota kubu pendukung Saddam Husein di Tikrit dan Fallujah sebaliknya, muram dan tenang.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.