REQNews.com

Sakit Banyak Dikunjungi Tokoh, Ini Profil Try Sutrisno dari Ajudan hingga Jadi Wakil Presiden

Profil

Wednesday, 21 December 2022 - 20:00

Mantan Wakil Presiden Ri ke 6,  Try Sutrisno (Foto:Istimewa)Mantan Wakil Presiden Ri ke 6, Try Sutrisno (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews -  Try Sutrisno saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Banyak tokoh yang mengunjungi mulai dari Prabowo Subianto, AM Hendpropriyono, Jimly Asshiddiqie dan banjir doa dari masyarakat atas kesembuhannya.

Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Indonesia ini mendampingi Presiden Soeharto selama lima tahun yakni 1993-1998.

Sebelumnya pada 1974, Try Sutrisno ditunjuk Soeharto menjadi ajudannya.

Try Sutrisno terpilih menjadi Wakil Presiden RI dalam sidang umum Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1993. Ia dicalonkan oleh Fraksi ABRI MPR-RI, mendahului pilihan terbuka dari Presiden Soeharto ketika itu.

Ia mengawali karirnya di militer, pria kelahiran di Surabaya, 15 November 1935 ini pada berusia 21 tahun yakni di tahun 1956, diterima menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Baru setahun menjalani pendidikan, Try Sutrisno sudah harus ikut berperang. Saat itulah ia mengawali karier militer sebagai prajurit yang turut bertempur melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik indonesia (PRRI).

Ditahun 1962, Try Sutrisno terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat. Di situlah ia mengenal Soeharto.

Kala itu, Soeharto yang sudah berpangkat Mayor Jenderal ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi. Kedekatan keduanya terjalin dari tugas tersebut.

Soeharto kemudian terpilih menjadi Presiden kedua RI pada 1968. Empat tahun setelahnya yakni 1974, Try Sutrisno ditunjuk Soeharto menjadi ajudannya.

Karirnya terus meroket, tahun 1978, Try diangkat menjadi Kepala Komando Daerah Staf di KODAM XVI/Udayana. 
Setahun kemudian, ia menjadi Panglima Daerah KODAM IV/Sriwijaya. Empat tahun berikutnya, ia diangkat menjadi Panglima Daerah KODAM V/Jaya dan ditempatkan di Jakarta.

Agustus 1985 pangkat Try Sutrisno dinaikkan lagi menjadi Letnan Jenderal (Letjen). Saat itu Try Sutrisno sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi Kasad Jenderal TNI Rudhini. 
Sepuluh bulan kemudian tepatnya Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi Kasad menggantikan Rudhini. Tak sampai setahun yakni April 1987, dia naik jabatan ke tingkat tertinggi menjadi Jenderal.

Jabatan Kasad diembannya selama 1,5 tahun hingga pada awal 1988 ia dipromosikan menjadi Panglima ABRI (Pangab) menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.

Try Sutrisno akhirnya memimpin ABRI selama 5 tahun, sejak 1988 hingga 1993. Ketika itu ABRI masih terdiri dari institusi TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan POLRI.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.