REQNews.com

Profile Romo Franz Magnis Suseno Teman Baik Gus Dur yang Jadi Saksi Meringankan Terdakwa Bharada E

Profil

Monday, 02 January 2023 - 16:32

Romo Magnis Suseno (Foto:Istimewa)Romo Magnis Suseno (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Romo Franz Magnis Suseno yang menjadi saksi yang meringankan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias di sidang kasus Brigadir J.

Dalam sidang tersebut Romo Franz Magnis Suseno menuturkan sejumlah keterangan yang meringankan Bharada E.

Franz Magnis Suseno dikenal sebagai seorang pastor Gereja Katolik, cendekiawan, budayawan, dan guru besar filsafat.

Romo Magnis Suseno lahir pada 26 Mei 1936 di Eckersdorf, Sesilia, Distrik Glatz, Jerman yang sekarang bagian dari Polandia.

Romo Magnis Suseno memiliki nama asli Franz Graf von Magnis atau nama lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis.

Romo Magnis adalah putra sulung dari pasangan Ferdinand Graf von Magnis dengan Maria Anna Grafin von Magnis, prinzenssin zu Lowenstein.

Dia memiliki satu adik laki-laki dan empat adik perempuan.

Ayah Romo Magnis Suseno, Ferdinand Graf von Magnis ditahan oleh Uni Soviet selama bertahun-tahun.

Keluarganya terusir dari Jerman meski berasal dari keluarga bangsawan. Sebelumnya, mereka tinggal di Kastil Eckersdorf.

Pada 1945, keluarga Magnis mengungsi ke Cekoslowakia Barat dan tiga tahun kemudian, sang ayah dibebaskan.

Keluarga Romo Magnis pun kembali berkumpul di Jerman Barat.

Selepas menyelesaikan pendidikan setingkat SMA, Romo Magnis masuk dan bergabung dengan Serikat Jesuit.

Serikat Jesuit adalah ordo dalam Gereja Katolik Roma yang dikenal disiplin.

Pada 1955, ia menempuh pendidikan ilmu kerohanian di Jerman.

Serikat Jesuit membuat Magnis dikirim ke Indonesia untuk melakukan pengabdian pada usia 25 tahun pada Januari 1961.

Ia pun tinggal di Kulon Progo, DIY sembari menempuh pendidikan di Institut Filsafat Teologi Yogyakarta.

Di daerah tersebut, ia belajar bahasa dan budaya Jawa yang berpadu dengan Katolik.

Setelah ditahbiskan menjadi pastor pada 1967, dia ditugaskan untuk belajar filsafat di Jerman hingga meraih gelar doktor di bidang filsafat.

Pada tahun 1977, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia dan menambah nama dengan nama Indonesia.

Sejak saat itulah namanya berubah menjadi Franz Magnis-Suseno.

Romo Magnis juga berteman baik dengan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Bahkan, ia menganggap, Gus Dur adalah orang paling penting dalam hidupnya.

Di Indonesia, Romo Magnis memiliki kontribusi yang sangat besar di bidang pendidikan.

Dia menjadi pengajar di beberapa universitas terkenal di Indonesia dan menyandang gelar sebagai guru besar dan dosen luar biasa.

Selain itu Romo Magnis Suseno juga menjadi penceramah laris dan penulis karangan ilmiah populer.

Sejak 1 april 1996, dia menjadi Guru Besar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta.

Hingga saat ini, ia masih aktif sebagai dosen dan sebagai ahli ilmu filsafat serta aktif dan produktif dalam menghasilkan tulisan.

Selama di Indonesia, ia telah mendapatkan dua penghargaan yaitu penghargaan Bintang Mahaputra Utama pada 2015 dan Premio Internazionale Matteo Ricci atau Matteo Ricci Award (MRA) pada 2016.

 

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.