REQNews.com

Sosok Kim Keon Hee, Ibu Negara Korsel yang Terjerat Skandal Gratifikasi Tas Dior hingga Kosmetik Chanel

Profil

Thursday, 25 January 2024 - 22:15

Eks Ibu Negara Korsel, Kim Keon HeeEks Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee

JAKARTA, REQnews - Sosok ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee kian disorot beberapa waktu belakangan, termasuk oleh publik di Indonesia.

Ini lantaran istri Presiden Korsel Yoon Suk Yeol itu terseret dalam dugaan skandal gratifikasi. Kim Keon Hee dituding telah menerima gratifikasi berupa barang-barang mewah.

Dugaan kasus ini kian mencuat jelang pemilihan umum legislatif. Pada November tahun lalu, beredar sebuah rekaman video diduga Kim Keon Hee menerima gratifikasi.

Melansir dari Reuters, video itu menunjukkan seorang pastor Korea-Amerika bernama Abraham Choi yang sedang mengadakan pertemuan dengan Kim Keon Hee.

Dalam rekaman video itu, terlihat sang pastor memberikan tas diduga bermerek Dior kepada ibu negara Korsel. Tas itu ditaksir bernilai Rp 35 juta.

Pastor Abraham sendiri diketahui berhubungan dekat dengan pemerintahan Korsel dan kerap terlibat dalam pertukaran keagamaan dengan Korea Utara.

Ia pun bertemu dengan Kim Keon Hee untuk membahas soal kebijakan Presiden Korea Selatan terkait hubungannya dengan Korea Utara. Pastor Abraham juga menjadi salah satu sosok yang mendukung terwujudnya hubungan baik antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Diduga ini bukan kali pertama Abraham memberikan hadiah kepada ibu negara tersebut. Pada pertemuan sebelumnya, pastor Abraham juga disebutkan pernah memberikan set kosmetik merek Chanel.

Menurutnya, pemberian itu dianggap seperti "jalan masuk" untuk mendekati Kim Keon Hee.

"Bisa dibilang itu (hadiah) seperti tiket masuk, tiket pertemuan (dengan Kim Keon Hee)," kata Choi, dikutip Kamis, 25 Januari 2024.

Meski dugaan skandal gratifikasi ini telah lama jadi gunjingan publik, pihak Kepresidenan Korsel belum juga memberikan klarifikasi hingga kini. 
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.