Sosok Hendra Basir, Pelatih Kepala Panjat Tebing Indonesia yang Resmi Dinonaktifkan karena Dugaan Pelecehan Seksual
JAKARTA, REQnews - Sosok Hendra Basir mendadak ramai disorot publik usai diterpa kabar miring. Ia resmi dinonaktifkan dari jabatan Kepala Pelatih Pelatnas FPTI Indonesia karena dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik.
Menurut informasi, ada 8 atlet panjat tebing yang diduga menjadi korban dari Hendra.
"Bahwa pada tanggal 28 Januari 2026, sebanyak delapan orang atlet panjang tebing pelatnas FPTI yang didampingi psikolog Pelatnas FPTI telah menyampaikan pengaduan kepada Ketua Umum Pengurus Pusat FPTI," demikian tulis surat keputusan dari FPTI, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.
Namun, Hendra Basir membantah tudingan pelecehan seksual dan kekerasan fisik tersebut. Ia menegaskan tidak pernah melakukan hal tak senonoh terhadap para atlet.
Profil Hendra Basir
Diketahui, Hendra Basir merupakan sosok kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan. Namanya mulai dikenal publik setelah sukses mengantarkan Veddriq Leonardo meraih medali emas pada Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.
Sebelum berkarier menjadi pelatih, Hendra pernah menjadi atlet panjat tebing dan mewakili DKI Jakarta dalam PON 2008 di Kalimantan Timur.
Ia juga sempat menjadi pelatih panjat tebing mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Perlahan, karier kepelatihannya melesat. Hendra Basir terlibat dalam berbagai ajang PORDA di Sulawesi Selatan dengan menangani cabang senam, loncat indah, hingga ski air.
Pada 2012, Hendra kembali dipercaya melatih Pelatda DKI Jakarta dan semakin menunjukkan kemampuannya dalam membina atlet. Selanjutnya, pada 2013 hingga 2016, Hendra memilih berfokus pada cabang olahraga panjat tebing DKI Jakarta.
Ia lantas berhasil membawa tim panjat tebing Jakarta meraih gelar juara umum pada PON Jawa Barat 2016. Sejak itu, ia pun dipercaya untuk menangani Pelatnas dan mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Asian Games.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
