Wow! Niat Perangi Polusi Lingkungan, Ilmuwan Temukan Ulat Pemakan Plastik
JAKARTA, REQnews - Para ilmuwan tengah mencoba mengurangi masalah polusi yang ditimbulkan dari sampah plastik. Mereka pun tengah meneliti ulat pemakan plastik. Ulat itu sebenarnya adalah larva dari spesies yang dikenal sebagai greater wax moth atau ngengat lilin besar (Galleria mellonella).
Larva dari Galleria mellonella memiliki kemampuan luar biasa untuk memakan dan memecah polietilen, sejenis plastik yang digunkan dalam tas belanja, wadah makanan, dan kemasan lainnya. Sementara di alam liar, Galleria mellonella akan menyusup ke sarang lebah dan mengonsumsi lilin yang membentuk sarang lebah.
Dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B, ilmuwan dari Brandon University (BU) menemukan bahwa ulat ini mampu bertahan hidup dengan diet plastik selama lebih dari setahun.
Itu berarti ulat ini bisa bertahan hidup dalam kurun waktu setahun hanya dengan memakan plastik tanpa sumber makanan lain. Ternyata, polietilen juga terbuat dari rantai hidrokarbon yang terstruktur serupa sehingga memungkinkan mereka untuk mengonsumsi plastik juga.

Galleria mellonella dalam bentuk ngengat (istimewa)
Sebenarnya penelitian serupa pernah dilakukan juga oleh ilmuwan dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC ) atau Badan Penelitian Ilmiah Prancis di tahun 2017. Bedanya, paara ilmuwan itu mencoba gagasan menggunakan bakteri atau jamur pemakan plastik, "plastivora". Namun belum juga berhasil karena mereka juga cukup lambat dalam pekerjaannya.
Dr. Christophe LeMoine dari Departemen Biologi Brandon University mengatakan, kemampuan makan plastik ini, berkat spesies bakteri tertentu yang hidup di usus larva.
"Bakteri pemakan plastik sudah kita ketahui, tetapi kemampuan mendegradasi plastik mereka ada pada tingkat yang sangat lambat," katanya melansir dari IFLScience.
Demikian juga, ketika mereka merawat ulat dengan antibiotik untuk mengurangi bakteri ususnya, spesies larva ngengat itu tidak dapat mendegradasi plastik dengan mudah.
"Jadi tampaknya ada sinergi antara bakteri dan inang larva ngengat yang mempercepat degradasi plastik," ujar LeMoine.
Di sisi lain, larva ngengat lilin besar adalah pemakan rakus dan cepat. Penelitian menemukan bahwa 60 larva ngengat lilin bisa memakan lebih dari 30 sentimeter persegi dalam kurun waktu seminggu.
Meski terdengar menjanjikan, namun kemampuan larva ngengat lilin masih jauh jika harus mengurai semua sampah plastik di dunia saat ini. Masih dibutuhkan penelitian lagi agar ilmuwan dapat mengombinasikan bakteri dan ulat pemakan plastik secara lebih optimal.
Namun upaya ini setidaknya bisa menjadi "sedikit usaha" untuk mengurangi sampah plastik yang ada. Jika dibiarkan tidak terkendali, diperkirakan sampah plastik di laut akan melebihi jumlah ikan pada tahun 2050. (Binsasi)
Redaktur :
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
