REQNews.com

Makan Kurma Jumlahnya Harus Ganjil, Mitos atau Fakta?

The Other Side

Minggu, 26 April 2020 - 04:01

Ilustrasi buah kurmaIlustrasi buah kurma

JAKARTA, REQnews - Buah kurma adalah hidangan wajib saat berbuka atau sahur bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Selain karena termasuk sunnah nabi, kurma mengandung banyak gizi yang dibutuhkan untuk tubuh.

Tapi, tahukah kamu, makan kurma sebaiknya tak asal dikonsumsi begitu saja, terutama dalam hal jumlah. Ada yang menyebut, sebaiknya makan kurma dalam jumlah yang ganjil, seperti 1, 3, 5 atau 7 dan 9. Benarkah harus seperti itu?

Kabarnya, ada riwayat yang tertuang dalam HR Bukhari dan Muslim, bahwa barangsiapa yang memakan kurma tujuh butir, maka ia tidak akan terkena racun atau pun sihir.

Sementara pendapat ulama, ada yang menyarankan ganjil, ada juga yang menyebut umat Islam tak perlu menghitung kurma yang dimakan.

Menurut Syeikh Ibnu Usaimin, menghitung ganjil jumlah kurma yang dimakan tidak termasuk dalam sunnah, dan tak ada kewajiban bagi Muslim melakukan hal tersebut.

“Tidak ada kewajiban –bahkan bukan termasuk sunnah- bahwa seseorang berbuka dengan jumlah ganjil: 3, 5, 7 atau 9 kecuali pada hari raya idul fitri telah ditetapkan riwayatnya bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak beranjak menuju tempat shalat pada hari raya idul fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma dengan jumlah yang ganjil. Selain dari pada itu maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak bermaksud memakan kurma dengan jumlah yang ganjil." (Fatawa Nur ‘Ala Darb: 11/2) sesuai dengan penomoran di Maktabah Syamilah.

Sementara ada pendapat ulama yang ditafsirkan menyarankan jumlah ganjil dalam konsumsi kurma, seperti Syeikh Sholeh Al Fauzan.

Ia ditanya oleh seseorang, "Apakah bilangan ganjil itu berlaku pada semua hal yang mubah, seperti minum kopi atau yang lainnya atau hanya pada sesuatu yang ada dalilnya saja?"

Syeikh Sholeh Al Fauzan menjawab, “Semua perbuatan dan perkataan dilakukan dengan ganjil, ini menjadi bagian dari sunnah.”

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.