REQNews.com

Idul Fitri dan Komitmen Jerman Perangi Islamofobia

The Other Side

Sunday, 24 May 2020 - 23:03

Ilustrasi Islamofobia di JermanIlustrasi Islamofobia di Jerman

JAKARTA, REQnews - Islamofobia adalah parasit yang menggerogoti Jerman sejak lama. Di Negeri Panser tersebut, tak terhitung jumlahnya kasus-kasus pelecehan dan kekerasan yang menyasar umat Islam, bahkan sampai banyak korban tewas.

Seperti serangan Februari 2020 lalu di Kota Hanau, Jerman, yang menewaskan sembilan orang, sebagian besarnya adalah Muslim. Penembakan brutal itu setelah diselidiki, motifnya tak lain adalah pandangan rasialis terhadap agama atau ras tertentu.

Di momen Idul Fitri 1441 Hijriyah ini, secara tegas Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier berjanji untuk memberantas segala macam kebencian berbau agama-ras, termasuk Islamofobia di negaranya. 

Menurutnya, tugas memberangus Islamofobia ini harus dikerjakan bersama-sama dengan dukungan penuh, bukan hanya negara, tapi juga kesadaran masing-masing individu.

"Kebencian dan pengucilan, serangan kekerasan yang menargetkan Muslim, serangan terhadap masjid, kami tidak bisa mentoleransi ini, kami tidak bisa membiarkan ini," kata Steinmeier, seperti dikutip dari The National, Sabtu 23 Mei 2020.

Menurutnya, nilai-nilai toleransi dan kebebasan umat agama apa pun untuk menjalankan ibadahnya masing-masing tak boleh tercoreng oleh pandangan rasial dan kebencian yang membawa keburukan.

Di tengah pandemi Covid-19 yang dihadapi Jerman, ada satu kisah menyentuh yang jadi sorotan dunia baru-baru ini. Sebuah gereja di Berlin membuka pintunya lebar-lebar untuk umat Muslim yang tak dapat melaksanakan salat Jumat.

Mereka biasanya menggelar salat Jumat di Masjid Dar Assalam di distrik Neukolln, Berlin. Namun, untuk mengatasi corona, sejumlah tempat ibadah terpaksa ditutup sementara.

Tetapi saat ini masjid tersebut hanya dapat menampung 50 orang pada satu waktu di bawah batasan pandemi Covid-19. Gereja Martha Lutheran di dekatnya melangkah untuk membantu, menjadi tuan rumah bagi ritual ibadah untuk Muslim dalam bahasa Arab dan Jerman.

 

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.