Fakta Keberadaan Kelompok Pemuja Setan di Indonesia
JAKARTA, REQnews – Praktik aliran satanisme sudah bukan cerita baru lagi di berbagai belahan bumi. Kabarnya kelompok-kelompok ini piawai dalam menyamar dan menyusup ke lingkungan masyarakat, kemudian menyebarkan doktrin mereka secara perlahan namun pasti.
Bahkan komunitas ini sudah mulai menancapkan kukunya ke wilayah Indonesia. Lalu seperti apa pergerakan mereka di Tanah Air?
Berikut faktanya:
1. Penyebaran Satanisme di Indonesia
Beredar kabar, salah satu tempat berkumpulnya para pengikut satanisme di Indonesia disinyalir berada di kawasan Bandung. Konon di salah satu bangunan rumah terdapat tanda satanisme unik berupa gurita hitam raksasa di atas rumah. Warga menduga bahwa lokasi yang tak sembarang orang bisa masuk ini adalah sarang dari pengikut satanisme di Indonesia.
Tapi sebagian orang mengatakan bahwa bangunan ini merupakan rumah seniman asli bandung yang meletakkan karyanya di atap rumahnya.

Selain itu, ada juga sosok seperti Lia Eden dengan aneka ajarannya. Lalu ada lagi sekte Satria Piningit Weteng Buwono yang sempat mengajarkan ajaran seks bebas yang mengerikan. Selain itu, satanisme yang juga golongan sesat juga dikatakan telah menyusup dan merekrut banyak pengikut.
2. Menyusup ke Gereja-Gereja Besar
Salah satu sumber pendanaan dari pengikut satanisme adalah uang dari para member-nya yang kaya dan juga loyal. Untuk mendapatkan pengikut yang sangat banyak, pengikut satanisme akan ikut masuk ke gereja-gereja dan menyamar sebagai jemaah. Mereka akan berusaha membuat jemaah gereja untuk tidak memperhatikan khotbah yang diberikan dalam gereja dengan mengajak mengobrol atau menghipnotis.
Biasanya anggota satanisme yang sangat pandai akan dijadikan perekrut anggota. Semakin banyak anggota yang direkrut oleh pengikut dari satanisme maka akan semakin tinggi pula status mereka di dalam gereja setan. Sekali jemaah gereja terkena pengaruh satanisme maka mereka akan sangat susah untuk lepas dari belenggunya.
3. Membangun Banyak Gereja Setan
Satanisme yang mulai berkembang dan banyak pengikutnya sama halnya dengan agama lain di dunia. Mereka membangun rumah ibadah dan juga memiliki sistem ibadah yang sangat runut hingga bisa diterapkan oleh semua orang. Bahkan, buku tentang cara ibadah pun dibuat dan digunakan oleh para pemula.

Sebagai tempat ibadah, pengikut satanisme mendirikan gereja setan yang tersebar di banyak negara di dunia. Di dalam gereja yang memiliki atribut satanisme ini semua anggota berkumpul dan melakukan ritual-ritual mengerikan yang tak bisa diterima oleh akal sehat. Oh ya, gereja setan biasanya berada di lokasi tersembunyi hingga hanya bisa diakses oleh pengikut satanisme saja.
4. Pakai Media Mainstream untuk Yakinkan Orang
Para punggawa dari satanisme menggunakan media yang cukup unik dalam memengaruhi banyak orang. Mereka bisa menggunakan film yang berisi tentang satanisme lalu lagu yang berisi ajaran satanisme secara terselubung. Media ini akan memengaruhi seseorang secara perlahan-lahan hingga akhirnya mau masuk ke dalam golongan satanisme.
Selain menggunakan dua metode itu, satanisme juga memiliki beberapa public figure yang menjadi idola banyak orang. Idola yang sengaja diciptakan ini akan bertugas memengaruhi sebanyak-banyaknya orang hingga satanisme mampu berkembang ke banyak negara termasuk Indonesia.
5. Jadi Anggota Satanisme Harus Bayar
Berbeda dengan agama lain yang tidak mematok harga bagi para pengikutnya. Satanisme mengharuskan anggotanya membayar sejumlah uang untuk keanggotaan. Uang yang dibayarkan nantinya akan digunakan untuk keperluan ritual dan juga pembangunan dari tempat ibadah yang tidak pernah bisa diakses oleh orang luar yang “kepo” ingin mengetahui isi dari gereja setan.

Setelah membayar sejumlah uang untuk biaya membership. Seseorang baru diperbolehkan untuk masuk ke dalam gereja setan dan mempelajari apa saja yang ada. Biasanya akan ada pembimbing yang akan mengarahkan. Orang-orang yang mengarahkan pemula ini memiliki kemampuan persuasi tinggi hingga apa saja yang dikatakan pasti dipercaya. (Bins)
Redaktur :
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.