Nestapa Pekerja Stadion Piala Dunia, 7 Bulan Tak Digaji
JAKARTA, REQnews - Amnesty International menemukan fakta mengejutkan di Qatar, bahwa para pekerja yang membangun stadion untuk Piala Dunia 2022 selama berbulan-bulan diperas keringatnya, tanpa digaji sepeser pun.
Perusahaan yang menjalankan proyek pembangunan Stadion Al Bayt itu pun menjadi sorotan internasional. Amnesty menilai, fakta ini menunjukkan betapa rendahnya standar perlindungan bagi para pekerja di Qatar.
"Sekitar 100 karyawan sebuah perusahaan subkontraktor, Qatar Meta Coats (QMC), yang mengerjakan Stadion Al Bayt selama tujuh bulan tak dibayar dan tak mendapatkan gaji," kata pernyataan resmi Amnesty International, seperti dikutip dari Reuters, Kamis 11 Juni 2020.
Selain itu, QMC juga tidak memperbarui izin tinggal sebagian besar pekerjanya. Parahnya, para pekerja yang diwawancarai mengaku harus membayar antara 900 sampai 2.000 dolar AS sebagai uang rekrutmen dari agen-agennya di luar Qatar.
Sejauh ini, komite penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar sudah menemui QMC untuk segera membayarkan gaji para pekerja, setidaknya tiga bulan. Otoritas Qatar juga mengambil sikap tegas dengan mendepak QMC dari proyek stadion.
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengaku mengkhawatirkan kabar karyawan tidak digaji ini, namun tidak sepakat dengan pendapat bahwa insiden itu menunjukkan adanya proses seleksi proyek yang tidak transparan yang tidak melindungi hak-hak pekerja.
Pemerintah Qatar mengaku sudah menjatuhkan sanksi keuangan kepada QMC dan membekukan perusahaan ini sampai semua upah dibayarkan kepada pekerja.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
