Senang Munarman Ditangkap, Niluh Djelantik: Akhirnya... Gusti Ora Sare
BALI, REQnews - Desainer ternama Niluh Djelantik ikut berkomentar soal kabar penangkapan pengacara Rizieq Shihab, Munarman.
Lewat akun Instagramnya, desainer asal Bali itu mengungkapkan kebahagiaannya atas kabar tersebut.
"Akhirnya…Tarikkkk sissss. Mau nangis tapi lupa nadanya," tulis pemilik nama lengkap Niluh Putu Ary Pertami Djelantik itu, dikutip Rabu, 28 April 2021.
Dalam postingannya, Niluh juga menyindir Munarman. "Baik-baik di sana ya. Jangan nakal lagi," katanya.
Ia lantas mengenang momen 2016. Bagi Niluh Munarman memiliki cerita tersendiri bagi Bali, tepatnya saat ada kejadian Munarman dan FPI mendatangi media Kompas.
"Bali punya cerita tersendiri sama si bapak ini. Video Munarman yang diduga memfitnah pecalang itu beredar di YouTube dengan judul 'FPI datangi dan tegur Kompas terkait framing berita antisyariat Islam'," tulis desainer yang karyanya digandrungi selebriti dunia itu.
"Hal itu terjadi saat ia dan beberapa anggota ormas tersebut mendatangi Kompas pada Kamis 16 Juni 2016," lanjutnya.
Dijelaskan Niluh, dalam rekaman yang berdurasi satu jam 24 menit dan diunggah Markaz Syariah pada 17 Juni 2016 itu, Munarman menyebut pecalang melempari rumah dan melarang muslim salat Jumat pada menit ke 15.15 hingga 15.16.
Niluh menyertakan komentar Munarwan pada saat itu, "Kompas tidak pernah mengkritik pecalang-pecalang di Bali yang kadang-kadang melempari rumah penduduk, melarang orang salat Jumat, enggak pernah ada kritik dari Kompas, bertahun-tahun itu sudah kita saksikan," kata Munarman dalam video tersebut.
Niluh kemudian mengaitkan apa yang terjadi pada Munarman dengan peristiwa yang menimpa Ahok.
"GUSTI ORA SARE (Tuhan Tidak Tidur)," lanjutnya pada postingan lain.
Dia pun mengutip pernyataan Ahok saat harus ditahan atas kasus penodaan agama.
"Percayalah, sebagai penutup, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Mahakuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu per satu dipermalukan. Terima kasih. ~Basuki Tjahaja Purnama, 31 Januari 2017~," tulisnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.