REQNews.com

Viral Curhat Sesal Eks Tentara Israel, Alami Gangguan Mental PTSD Usai Bantai 40 Warga Palestina

The Other Side

Friday, 04 June 2021 - 09:31

Ido Gal Razon, mantan tentara Israel alami PTSD (Foto: Youtube)Ido Gal Razon, mantan tentara Israel alami PTSD (Foto: Youtube)

JAKARTA, REQnews - Kisah mantan tentara Israel bernama Ido Gal Razon yang depresi akibat perang Palestina dan Israel, viral baru-baru ini dan mengejutkan publik dunia.

Gal Razon mengungkap kejamnya konflik yang terjadi antara Palestina vs Israel hingga menimbulkan dampak begitu parah bagi kedua belah pihak. Termasuk bagi mantan tentara sepertinya.

Bahkan ia mengaku sampai mengalami depresi dan trauma psikis berat berkepanjangan akibat peperangan tersebut. Gal Razon pun mencurahkan kisahnya dalam sebuah video di kanal Youtube dan hingga kini sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali.

Dengan penuh luapan amarah dan kekecewaan, Gal Razin bercerita dirinya mengalami trauma berat pasca perang. Ia bahkan mengaku dihantui arwah korban tiap malam, yakni para penduduk Palestina yang telah dibunuhnya dalam perang.

Di hadapan sidang pengadilan, dimana ia menggugat pihak pemerintah Israel yang tak mempedulikannya pasca trauma, Gal Razon membeberkan segalanya.

"Saya membunuh untuk kalian, bagaimana saya menyaksikan puluhan orang yang menjadi korban setiap hari," katanya, dikutip Jumat, 4 Juni 2021.

Diakui Razon, dia mengidap Post traumatic Stress Disorder (PTSD), pasca penyerangan dari 13 tahun silam. Namun saat dia meminta dirawat, pemerintah justru tidak memberikan perawatan maksimal.

"Saya juga seorang pejuang Galoni, kenapa anda tidak memperlakukan saya dengan baik? saya membunuh untuk anda dengan tangani ini," jelas Razon saat menuntut Komite Isarel untuk memberinya perawatan yang layak untuk mengobati stres dan traumnya setelah masa perang berakhir.

Diungkapkan Gal Razon, akibat kejadian di Jalur Gaza dan serangan demi serangan yang mereka lakukan, ia mengaku telah membunuh 40 warga Palestina.

Meski tak sedikit dari pihak Tentara Israel juga tewas oleh serangan Hamas kala itu.

"Saya membunuh lebih dari 40 orang hanya untuk kalian, saya benar-benar membunuh mereka," ujar Razon.

Bahkan, hingga kini, Razon mengaku kerap didatangi oleh para arwah warga Palestina yang dibunuhnya di dalam mimpi dan bertanya mengapa mereka dibunuh.

Hal inilah yang membuat Razon dicekam ketakutan dan trauma, sulit tidur bahkan buang air di tempat tidurnya.

"Saya selalu buang iar kecil di kasur saat tidur selama ini akibat trauma, mereka mendatangi saya dan berkumpul serta berkata, kenapa kamu membunuhku," kata Razon.

Diapun mengaku, selama 9 tahun terakhir ini tak bisa hidup dengan tenang, karena trauma tersebut.

Namun, saat dia meminta fasilitas perawatan dari pihak pemerintah Israel, justru tidak mendapatkan perawatan maksimal dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Pengakuan ini dibuat Razon pada tahun 2016, bagaimana dia tidak mendapatkan perawatan yang layak dan semua biaya ditanggung oleh ibunya.

"Apa yang kalian lakukan di sini. Ini sudah 9 tahun lamanya dan saya tidak mendapatkan 1 persen pun bantuan perawatan. Apakah ibu saya yang harus membayar semuanya untuk saya.

"Inikah menurut kalian keadilan. Saat ibu saya membayar tagihan rumah sakit untuk semua luka yang saya alami di Gaza?," kata Ido pada tahun 2016 silam.

Belajar dari pengalaman pahitnya, kini ia pun membentuk sebuah gerakan bernama Fighters For life (FOF). FOF adalah gerakan yang didedikasikan oleh para mantan pejuang Israel (IDF) untuk mendapatkan keadilan dari pemerintah terkait masa setelah perang yang mereka alami.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.