Kenapa Bung Karno Suka Pakai Peci Hitam Agak Miring ke Kiri? Gak Nyangka, Ternyata Ini Alasannya
JAKARTA, REQnews - Proklamator RI Ir Soekarno atau yang dikenal dengan Bung Karno identik dengan penampilan khasnya yang mengenakan peci hitam dengan gaya agak miring ke kiri.
Penampilan tersebut bukan tanpa alasan lho. Namun ternyata menyimpan filosofi mendalam di baliknya.
Dosen Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim mengungkap alasan mengapa Bung Karno kerap kali memakai peci hitam dengan gaya demikian.
"Bung Karno pernah menceritakan di dalam otobiografinya bahwa beliau memilih memakai peci hitam karena peci merupakan tutup kepala yang biasa dipakai oleh rakyat kecil," kata Gaffar seperti dikutip dari Antara, Rabu, 9 Juni 2021.
Dia menjelaskan, Bung Karno yang dikenal sebagai singa podium dan memiliki daya seni, tetapi mengandung kekhasan dalam berpenampilan yang jarang diperhatikan orang.
Gaffar mengatakan, Bung Karno biasa memakai setelan jas dengan tanda kepangkatan simbol militer dan peci hitam. Selama menjadi presiden, atribut busana unik itu selalu dipakainya bahkan hingga kunjungan kenegaraan ke luar negeri.
Menurut dia, peci hitam yang selalu dipakai Bung Karno memiliki filosofi tersendiri. Alasan pemilihan peci, karena merupakan simbol dari rakyat kecil pada saat itu.
Peci, lanjut Gaffar, adalah tutup kepala yang sering dipakai oleh rakyat pribumi, bukan oleh raja, petinggi ataupun bangsawan pada saat itu. Selain itu, makna psikologis peci adalah simbol perlawanan kepada penjajahan kolonialis dan imperialis pada masa itu.
Kemudian, ada juga makna sosiologis dari memakai peci hitam. Hal itu menunjukan bahwa Bung Karno seorang pemimpin revolusi yang benar-benar merakyat serta tulus untuk perjuangan rakyat Indonesia, simbol untuk mempersatukan rakyat melawan penjajah, serta menggambarkan tidak ada kesenjangan antara pemimpin revolusi dan rakyatnya.
"Itu merupakan simbol perlawanan kepada penjajahan, kepada imperialisme dan peci hitam merupakan simbol paling tepat menggambarkan untuk waktunya rakyat berada di atas," jelas Gaffar.
Uniknya, Bung Karno kerap terlihat di berbagai pertemuan ataupun foto resmi selalu memakai peci sedikit miring ke kiri. Sebab, Bung Karno menyukai tentang filosofi, menggambarkan simbol keberpihakan kepada rakyat (sosialis) melawan penjajahan.
Ditambahkan Gaffar, selain peci, jas putih keabuan dan tongkat komando yang dikenakan oleh Bung Karno saat itu juga memiliki makna psikologis, yakni menunjukkan rasa percaya diri, optimistis, kebanggaan, dan kehormatan Bung Karno sebagai bagian dari bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Diakuinya, hal-hal itu merupakan kelebihan Bung Karno dalam membangun jiwa kharismatiknya mulai dari seni berpakaian. Hal ini penting dalam membangun karakter tokoh yang memiliki jiwa nasionalisme, santun dan berkharismatik.
"Pecinya selalu sedikit miring ke kiri, menggambarkan keberpihakan Bung Karno kepada rakyat. Bung Karno seorang ideolog, biasa menyampaikan pesan ideologi dengan cara apapun itu. Salah satunya lewat cara berpakaian, dan di sinilah Bung Karno menunjukkan bahwa beliau tidak ingin memihak kepada satu golongan saja," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.