REQNews.com

Kenali 4 Tipe Investasi Asing dalam Investasi Internasional

The Other Side

Friday, 20 August 2021 - 12:30

Ilustrasi (Foto: Istimewa)Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews –  Perjanjian investasi Internasional melibatkan 2 atau lebih negara yang mengatur mengenai hak dan kewajiban suatu negara kepada negara lainnya terkait bagaimana memperlakukan investor asing di negara mitra perjanjian dan memiliki tujuan untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi investor.

 

Indonesia memiliki sangat banyak sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain, sehingga penting untuk memiliki perjanjian investasi internasional. Dalam prakteknya, dikenal 4 tipe investasi asing yang membutuhkan perjanjian investasi internasional, simak tipe-tipenya di bawah ini.

 

1. Sumber daya alam, berbagai sumber daya alam dapat tumbuh di Indonesia, dan juga dikenal apabila membuang biji tumbuhan, pasti dapat langsung tumbuh dengan sendirinya karena tanah sangat subur dan iklim yang mendukung. Investasi sumber daya alam terjadi ketika suatu perusahaan mencari sumber daya alam tertentu, misal kayu atau karet, karena negara investor tidak memilikinya, atau memiliki namun tidak banyak atau tidak sebagus dan semurah Indonesia daripada negara asalnya. Tipe investasi ini membutuhkan perjanjian investasi yang ada elemen perlindungannya seperti Bilateral Investment Treaty.

 

2. Aset strategis dilakukan oleh perusahaan yang bertaraf multinasional yang mencoba untuk menyatukan maupun meningkatkan posisinya pada pasar yang telah ada melalui metode pengambilan aset strategis berupa market share atau brand, know how maupun market secara keseluruhan, yang dilakukan dengan tindakan perseroan seperti akuisisi atau merger.

 

3. Investasi pasar, yang didasari pada kebutuhan penyedia barang maupun jasa agar secara fisik lebih dekat dengan permintaan pasar bersangkutan. Sama halnya dengan investasi sumber daya alam, tipe investasi ini memerlukan tipe bentuk perjanjian Bilateral Investment Treaty.

 

4. Investasi efisiensi, yang lebih bertujuan pada ekspor. Biasanya investor memilih investasi ini dalam hal meningkatkan efisiensi biaya produksi, sehingga lebih memanfaatkan faktor produksi pada negara tuan rumah yang lebih bisa meningkatkan daya saing perusahaan. Untuk investasi efisiensi, terdapat unsur liberalisasi atau akses pasar dan perdagangan, seperti Free Trade Agreement atau

 

Penulis: Hans Gilbert Ericsson

Redaktur : Tia Heriskha

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.