REQNews.com

Irjen Fadil Imran Murka ke Anggota Gegara Kasus Coki Pardede, Kenapa?

The Other Side

Kamis, 09 September 2021 - 12:40

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran kini pegang jabatan Kabaharkam Polri. (Foto: Istimewa)Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menyayangkan beredarnya video penangkapan komika Coki Pardede terkait kasus narkoba di media sosial.

"Saya lihat video (penangkapan) kemarin viral di medsos, di samping tidak etis, dia juga merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Irjen Fadil Imran dalam video yang dilihat pada Kamis 9 September 2021.

Dalam rapat mingguan yang dilakukan pada Senin 6 September 2021 di Polda Metro Jaya itu, Fadil menyoroti dua poin. Yaitu terkait dengan video penangkapan Coki Pardede dan juga anggota bersenjata api laras panjang saat konferensi pers.

Menurutnya, video tersebut tak baik menjadi konsumsi publik, terlebih ditambah dengan kalimat yang merendahkan Coki Pardede.

"Video penangkapan itu tidak elok dipandang publik, apalagi dengan narasi-narasi, kalimat-kalimat yang merendahkan harkat dan martabat manusia," kata dia.

Fadil kemudian meminta anggota untuk menghormati hak seseorang meskipun statusnya sebagai tersangka. "Siapapun dia, tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib kita hormati dan kita hargai," katanya.

Mantan Kapolda Jawa Timur juga meminta agar personel dalam menyampaikan konferensi pers lebih humanis, terutama terkait dengan kasus narkoba. "Kalau bukan bandar (narkoba), bukan teroris, tidak perlu pakai laras panjang. Enggak usah lagi gagah-gagahan," lanjut Fadil.

Menurutnya, konferensi pers dengan mempertontonkan anggota yang menggunakan laras panjang tak manusiawi. "Acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu," ujarnya.

Ia juga sempat menyinggung video penangkapan Coki bersama YouTuber Deddy Corbuzier. Menurt Fadil, polisi yang merekam video penangkapan tersebut melanggar kode etik.

"Kalau (yang merekam) polisi, melanggar etik dia. Apalagi kalau tindakan itu menggunakan cara-cara yang tidak baik, kan ada sidang kode etik di polisi biasa," kata Fadil di kanal YouTube Deddy Corbuzier, dikutip pada Kamis 9 September 2021.

Fadil pun melarang anak buahnya menyebarluaskan video penangkapan pelaku. "Sebenarnya tidak boleh polisi menyebarkan secara etika, ya. Secara etik tidak boleh dia dikerjakan seperti itu dan biasanya kalau ada komplain dari masyarakat dan kami juga evaluasi," lanjutnya.

Namun, Fadil mengatakan pengecualian jika kasus-kasus yang ada memang telah disusun dan sudah disiapkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) demi kepentingan penyidikan.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.