Mengenal Bahaya Granat Nanas yang Ditemukan Warga Tangerang, Meledak Auto Tewas
JAKARTA, REQnews - Sebuah granat nanas aktif ditemukan oleh warga di Kecamatan Panongan, Tangerang, di area proyek Perumahan Citra Raya pada Selasa 2 November 2021 siang.
Granat tersebut sudah diamankan polisi dan diledakkan sesuai prosedur. Benda berbahaya itu ditemukan oleh dua warga bernama Nana dan Yusuf, saat mereka pulang mencari ikan di bekas sawah yang kini menjadi kawasan proyek perumahan itu.
Seperti apakah granat nanas tersebut, dan seberapa bahayakah dampaknya jika meledak?
Mengutip berbagai sumber, granat nanas juga dikenal sebagai granat tangan, yang memiliki jenis serta karakteristik berbeda.
Untuk karakteristik granat nanas, ada yang digunakan untuk jarak dekat 10 hingga 30 meter. Kemudian, yang menyebabkan kerusakan kecil, memiliki penunda ledakan agar bisa dilempar dengan aman, serta berlapis kulit keras agar dapat memantul pada tembok juga tanah.
Jenis-jenis granat tangan atau granat nanas ini ada lima macam, berikut ulasannya:
1. Granat Kejut
Disebut juga dengan nama flashbang atau stun grenade, granat kejut ini dirancang oleh Special Air Service Inggris, untuk mengalihkan perhatian musuh selama beberapa detik dengan menghasilkan cahaya yang membutakan (6-8 juta Candela) dan ledakan keras (170-180 desibel).
Ketika meledak, granat ini tidak pecah atau menimbulkan serpihan. Bunyinya seperti tabung segienam besi, dengan lubang khusus yang mengeluarkan ledakan cahaya serta bunyi. Benda ini berisikan 4,5 gram peledak campuran oksida logam magnesium dan ammonium perklorat atau potasium perklorat.
2. Granat Pembakar
Nama lainnya adalah incediary grenade. Granat pembakar ini menghasilkan panas yang ekstra tinggi melalui reaksi kimia, terdiri dari 600 hingga 800 gram thermat (TH3), versi baru dari thermit yang banyak dipakai pada Perang Dunia II.
Sebagian daripada campuran thermat berubah menjadi besi cair, yang terbakar pada suhu 2204 derajat Celsius. Inilah granat yang dianggap paling berbahaya, karena dapat melelehkan logam dan menembus 12,7 mm kepingan baja setelah terbakar selama 40 detik, tanpa memerlukan oksigen untuk meledak, bahkan mampu terbakar sekalipun di bawah air.
3. Granat Anti-Kerusuhan
Jenis granat ini biasa dipakai untuk menertibkan demonstran, dengan mengeluarkan gas air mata yang berupa gas Chhlorobenzol Malononitile (CO), yang dapat mengakibatkan iritasi mata serta gangguan sistem pernapasan.
Dampak parah dari granat ini, apabila seseorang terpapar selama lebih 10 menit, maka dapat membuat kulit melepuh dan luka permanen pada paru-paru, bahkan kematian pada orang tua.
4. Granat Asap
Bentunya seperti kaleng, yang biasa dipakai untuk menandakan isyarat dari darat ke udara, atau penanda zona sasaran juga pendaratan, termasuk persembunyian/pergerakan tentara.
Ada dua jenis utama granat ini: granat asap berwarna dan granat penyembunyi. Pada granat asap berwarna, pengisinya biasanya terdiri daripada 250 hingga 350 gram campuran asap pewarna (kebanyakannya potasium nitrat, laktose dan pewarna). Tersedia warna-warna merah, hijau, kuning, dan ungu. Granat asap penyembunyi biasanya berisi campuran HC (hexachloroethane/zinc) atau campuran TA (terephthalic acid).
5. Granat Serpihan
Umumnya granat inilah yang banyak diperlihatkan dalam film, atau aksi-aksi laga. Dirancang untuk membunuh infanteri, fragmentation grenade atau granat serpihan ini benar-benar berbahaya.
Ketika meledak, akan memuntahkan serpihan ke segala arah. Badannya dibuat dari plastik keraS atau besi, lalu diisi serpihan tajam, kawat, maupun bola besi. Bahkan, bagian luarnya pun ikut berfungsi sebagai serpihan.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.