Heboh Alun-alun hingga Kepatihan Jogja Dijual via Situs Next Earth, Pemda DIY Malah Bilang Begini
JAKARTA, REQnews - Publik digemparkan dengan beredarnya informasi di media sosial soal adanya pihak yang menjual aset milik Keraton Yogyakarta, yakni Alun-alun Utara via situs nextearth.io.
Tak hanya Alun-alun Utara, website yang kerap menawarkan lahan secara virtual itu juga menjajakan Gedung Agung Yogyakarta dan Kompleks Kepatihan yang menjadi tempat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berkantor.
Kabar menghebohkan ini berawal dari postingan akun Twitter @ridlwandjogja yang berisi cuitan soal keinginannya membeli Alun-alun Utara di metaverse.
Dalam tangkapan layar cuitan tersebut, terkuak informasi bahwa harga jual Alun-alun Utara di situs nextearth.io mencapai 1,4 United States Dollar Tether (USDT) atau dikenal sebagai mata uang kripto.
Dari penelusuran lebih lanjut, untuk Gedung Agung Yogyakarta dijual seharga 32,9 USDT. Sedangkan Kompleks Kepatihan dijual dengan harga 17,39 USDT.
Postingan ini sontak membuat banyak netizen terkejut dan mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Menanggapi kehebohan yang terjadi, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan bahwa Pemda DIY tidak pernah bekerjasama, merekomendasikan, atau mengizinkan aktivitas jual beli secara virtual terkait aset-aset apapun yang ada di DI Yogyakarta.
"Jika ditemukan ada kasus jual beli secara virtual lewat platform apapun, sepenuhnya merupakan klaim sepihak dan tidak ada relevansi dengan kepemilikan sah aset fisik tersebut," jelas Aji, dikutip Jumat, 7 Januari 2022.
Lebih lanjut, pejabat eselon I Pemda DIY ini pun mengimbau masyarakat agar tak bersikap berlebihan menanggapi kabar viral tersebut.
"Kalau memang ada penyalahgunaan dan merugikan Pemda DIY ya tentu kita akan lakukan pengaduan. Kita sekarang merasa masih belum lah. Tapi kalau nanti memang ada hal yang perkembangannya sampai merugikan ya kita akan melakukan penuntutan ke siapa yang merugikan kita," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.