Viral Video Suku Dayak Marah Tapi Salah Sebut Nama, Dedi Sitorus Ikut Terseret Deh!
JAKARTA, REQnews - Polemik ucapan kontroversial Edy Mulyadi tampaknya masih berlanjut. Sebuah video yang merekam kemarahan Suku Dayak terhadap Edy Mulyadi kembali viral di jagat maya.
Dalam video itu tampak belasan orang mengenakan pakaian adat Dayak. Mereka berbaris rapi sembari menghunuskan Mandau.
Terlihat aksi para tokoh Dayak itu direkam oleh seseorang dari kejauan. Para tokoh tersebut kompak mengecam ucapan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.
Namun yang mengejutkan, mereka justru salah menyebut nama. Alih-alih Edy Mulyadi, mereka malah menyeret nama Dedi Sitorus.
"Menginjak-injak harga diri, budaya adat-istiadat tanah leluhur kami orang Dayak di Kalimantan. Saudara Dedi Sitorus mulai pada hari ini," ucap pemimpin kelompok itu sembari menghunuskan Mandau, dikutip Sabtu, 29 Januari 2022.
Perekam video langsung berhenti mengarahkan kamera yang menyorot para tokoh Dayak itu karena salah menyebut nama.
Video tersebut dibagikan di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Salah satunya diunggah oleh akun Muhamad Ishak Sonjaya.
"Entah episode berapa. Shooting dayak salah manggil nama, tujuannya EDI MULYADI kok malah DEDI SITORUS yang dia panggil sontak kamera dan pemeran pembantu oleng. Ada apa dengan nama DEDI SITORUS, apakah dia sutradaranya?," kata Muhamad Ishak Sonjaya.

Video serupa diunggah di akun Twitter @hukum_suka2.
"VIRAL kan agar semakin banyak masyarakat yang paham tentang settingan mereka," cetusnya.
Video viral itu lantas dikomentari oleh Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana. Ia mengaku heran dengan penyebutan nama Dedi Siturus oleh Suku Dayak di video tersebut.
Siapa Dedi Sitorus? Cipta Panca Laksana menyebut nama itu sama dengan nama anggota DPR RI dari PDI Perjuangan yang berasal dari Kalimantan Utara (Kaltara).
"Itu kok bisa nyebut Dedi Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP dapil Kaltara?," kata Cipta Panca Laksana.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.