REQNews.com

Kasih Sindiran Pedas ke Presiden Jokowi, BEM UI: Kerja! Kerja! Kerja! Tapi Sia-sia..

The Other Side

Friday, 28 October 2022 - 18:32

Poster sindiran untuk Presiden Jokowi (Foto: Twitter/@BEMUI_Official)Poster sindiran untuk Presiden Jokowi (Foto: Twitter/@BEMUI_Official)

JAKARTA, REQnews - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali menjadi perbincangan dengan kritikan pedasnya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Melalui cuitannya di akun Twitter @BEMUI_Official pada 25 Oktober 2022 lalu, organisasi tersebut mengunggah sebuah poster berisi karikatur Jokowi-Ma'ruf Amin yang bertuliskan “Kerja! Kerja! Kerja! Tapi Sia-sia,” tulis akun tersebut dikutip pada Jumat 28 Oktober 2022.

Pada cuitan selanjutnya, BEM UI menyebut jika setengah masa jabatan telah berjalan, namun janji-janji kampanyenya belum terpenuhi.

“Lebih dari setengah masa jabatan Jokowi-Ma'ruf Amin telah berjalan, tetapi tak ada satupun janji-janji politik yang terpenuhi sempurna,” tulis BEM UI.

Menurut BEM UI, segala hal manis yang diucapkan oleh Jokowi & Ma'ruf Amin pada masa kampanye hanyalah angin lalu. “Demi memuluskan jalan menuju kekuasaan tanpa pernah terealisasi maksimal,” kata mereka.

Organisasi mahasiswa tersebut pun menyindir Jokowi sebagai presiden yang dipilih secara langusng oleh rakyat, namun tak pernah memihak rakyat.

“Jokowi adalah contoh baik bagi kita tentang seorang Presiden yang dipilih dengan suara rakyat, tetapi tidak pernah menunjukan keberpihakannya pada rakyat dan sering memperburuk sendi-sendi kehidupan rakyat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, BEM UI juga menyindir Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang disebut hanya sebagai pajangan di kelas-kelas anak sekolah.

“Ditambah lagi seorang Wakil Presiden yang tugasnya tidak lebih dari sebagai simbol dan pajangan di depan kelas-kelas sekolah dasar. Bagaimana mungkin kita menuju kemajuan jika negara ini dipimpin oleh pendusta dan sebuah foto pajangan?,” kata BEM UI.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.