Auto Ngelus Dada! Cewek 'Anjelo' Pembunuh Bripda Fitrah Ternyata Masih Berstatus Pelajar SMA
JAKARTA, REQnews - Kabar tewasnya polisi pengaman KTT G20 di Bali, Bripda Fitrah Nur Syamsa tengah menyita perhatian publik.
Menurut informasi, Fitrah tewas ditusuk gara-gara membatalkan bookingan jasa PSK yang dipesannya lewat aplikasi MiChat.
Belakangan, polisi telah berhasil menciduk 2 pelaku pembunuh Bripda Fitrah yang ternyata masih remaja. Keduanya bahkan masih berstatus pelajar SMA, yakni F (16 tahun) dan A (15 tahun).
Meski masih sangat belia, siapa sangka kedua remaja perempuan itu melakoni pekerjaan sebagai "anjelo" alias antar jemput lonte atau dengan kata lain muncikari.
F dan A pula yang berperan sebagai muncikari yang menawarkan jasa Luh Kerti Dana Sari kepada Bripda Fitrah lewat aplikasi MiChat lewat tampilan foto-foto menggiurkan.
Namun tak disangka, Bripda Fitrah akhirnya membatalkan bookingan lantaran merasa sosok Luh Kerti Dana Sari tak sesuai ekspetasinya.
Bripda Fitrah Nur Syamsa melihat sosok Luh Kerti Dana Sari berbeda dengan foto di layar Michat. Dia merasa ditipu dan akhirnya membatalkan kesepakatan berhubungan badan sekaligus meminta uangnya dikembalikan.
Akan tetapi, Luh Kerti Dana Sari berteriak dan menolak mengembalikan uang milik Bripda Fitrah Nur Syamsa. Hingga akhirnya terjadi cekcok dan A serta F lantas tiba di TKP. Para pelaku mendorong korban hingga terjatuh, dan menikam leher kanan sang polisi muda dengan senjata tajam.
Bripda Fitrah sempat dilarikan ke RSUD Wangaya dan dinyatakan meninggal dunia pukul 03.00 dini hari. Kini, polisi telah berhasil mengamankan 2 pelajar pembunuh Bripda Fitrah dan menjebloskannya ke sel tahanan Mapolresta Denpasar.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.