REQNews.com

Kasus Kisruh Konser K-Pop We All Are One, Kedubes RI untuk Korea Selatan Akhirnya Ikut Turun Tangan!

The Other Side

Friday, 02 December 2022 - 18:30

Konser Kpop We All Are One in JakartaKonser Kpop We All Are One in Jakarta

JAKARTA, REQnews - Kasus kisruh konser K-Pop We All Are One yang rencananya bakal digelar di Jakarta tengah menyita perhatian para pecinta K-Pop beberapa waktu belakangan.

Ditundanya konser tersebut secara mendadak hingga Januari 2023 berbuntut panjang. Penonton yang sudah terlanjur membeli tiket meminta agar pihak penyelenggara segera me-refund biaya. Namun biaya tiket tak kunjung dikembalikan hingga akhirnya berujung laporan polisi.

Belakangan beredar rumor jika CEO promotor konser tersebut diduga melakukan tindakan penipuan dan telah membawa kabur sebagian uang tiket penonton.

Kasus ini pun sampai menyita perhatian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan. Pihak Kedubes RI pun berjanji bakal membantu para korban dalam memperjuangkan haknya.

"KBRI Seoul akan membantu sesuai dengan prosedur yang ada," tulis Dubes RI untuk Korsel, Gandi Sulistiyanto lewat akun @dubes_sulis_seoul dalam komentar di postingan @officialkvibes, dikutip Jumat, 2 Desember 2022.

Menanggapi ini, Fritz Hutapea selaku kuasa hukum PT Visi Musik yang menjadi vendor konser, menyambut baik rencana pihak Kedubes RI yang akan turun tangan untuk membantu dalam kasus ini.

"Kami sudah membuka pintu untuk Dubes RI di Korea dan kami juga sudah memberi terima kasih bahwa mereka juga sudah mengeluarkan pernyataan siap membantu, semoga para pihak di Korea juga mengerti bahwa asing atau lokal kalau melanggar hukum di negara dia berada, memang bisa dikenakan hukum negara tersebut," kata Fritz Hutapea.

Lebih lanjut, Fritz mengatakan informasi terakhir bahwa kasus direktur konser tersebut yaitu Mr. Park sudah naik sidik dan sampai sekarang ini tinggal menunggu update penyidikan dari pihak imigrasi.

"Karena walaupun kena dari membuat usaha menggunakan VOA terancam penjara paling lama 5 tahun, dalam waktu yang sama apa yang terjadi dengan uang rakyat Indonesia yang masuk di sana," katanya.

"Dari kami juga ikut merasakan desakan para korban sendiri karena kami ini juga korban dia dimana kami dijanji-janjikan dibayar jasanya, tapi sampai hari ini pun tidak ada pembayaran apapun sama sekali," tandasnya.
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.