REQNews.com

Skandal Bos! Denny Indrayana Bongkar Hubungan Spesial Jokowi dan Haji Isam

The Other Side

Selasa, 31 Januari 2023 - 06:00

Haji IsamHaji Isam

JAKARTA, REQnews - Eks Wakil Menteri Hukum dan Ham (Wamenkumham) Denny Indrayana mengungkap hubungan khusus antara Presiden Joko Widodo dengan bos batu bara dari Kalimantan Selatan, Andi Samsuddin atau Haji Isam, yang punya julukan Crazy Rich Batulicin.

Denny menyebut Jokowi datang menemui Haji Isam di Tanah Bumbu untuk meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Group pada Oktober 2021 lalu.

Padahal, kala itu, salah satu perusahaan yang juga milik Haji Isam, yakni PT Jhonlin Baratama sedang digarap oleh KPK dalam kasus suap rekayasa pajak.

“Saya menulis surat terbuka untuk Pak Jokowi. Saya bilang, bapak datang ke satu perusahaan yang sedang disidik oleh KPK,” kata Denny dalam FGD bertema 'Tinjauan Ketatanegaraan terhadap Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu di Jakarta, Selasa 24 Januari 2023 lalu, dikutip dari potongan video yang diunggah akun @ferikurniawan616 di TikTok.

Ia menyebut, harusnya sebagai seorang presiden, Jokowi tidak datang ke sebuah tempat, yang diinisiasi oleh perusahaan yang sedang tersandung kasus hukum.

Bahkan, ternyata Jokowi pada 2020 lalu, juga datang meresmikan pabrik gula di Sulawesi, yang juga dimiliki oleh perusahaan yang sama.

“Jadi gak aneh memang bahwa yang sedang dilindungi adalah pemegang saham dana kampanye,” ujar Denny.

Pernah suatu ketika, didapati bahwa Haji Isam masuk sebagai tim bendahara pemenangan, namun dalam sekejap nama tersebut menghilang.

“Itu menunjukkan kenapa ada relasi yang sedemikian dekat sehingga setiap kali peresmian pabrik, beliau (Jokowi) datang,” ucap Denny.

Lebih lanjut, Denny mengatakan bahwa jika kondisi Indonesia sedang normal, hal yang dilakukan Jokowi, yakni mendatangi perusahaan tersandung kasus hukum, bisa menjadi pintu masuk pemakzulan. 

“Ini skandal besar pak. Kalau dalam kondisi normal, ada presiden datang ke satu pabrik, corporate private, yang sedang disidik KPK, datang presidennya dengan santai begitu. Gak ada beritanya pak. Marah betul Haji Isam ke saya, karena saya menyuarakan itu dalam surat terbuka," kata Denny.

Kemudian, Denny mendapat balasan surat terbuka dari Staf Khusus Bidang Hukum Presiden. Ia diberi penjelasan, bahwa pabrik yang diresmikan Jokowi, berbeda entitas hukumnya.

Yakni, yang sedang disidik oleh KPK adalah PT Jhonlin Baratama, sedangkan yang didatangi Jokowi adalah PT Jhonlin Agroraya.

Balasan itu juga menegaskan, bahwa perbedaan entitas hukum, tidak bisa dikatakan dengan pelanggaran hukum. Selain itu, Jokowi disebut sedang mendorong investasi biodiesel ramah lingkungan.

Tak sampai di situ, Denny kemudian meminta teman-temannya di Kementerian Hukum dan HAM untuk mengecek, siapa pemegang saham perusahaan PT Jhonlin Baratama.

“Maka, Jhonlin Baratama itu tiga layer di bawahnya, 99 persen adalah Andi Samsuddin (Haji Isam). Satu persennya orang lain,” ucap Denny.

Begitu juga dengan PT Jhonlin Agroraya 99 persen sahamnya dikuasai oleh Haji Isam. 

Denny kemudian meminta Staf Khusus Bidang Hukum Presiden agar membaca Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“Jadi saya bilang, betul ini dua entitas hukum yang berbeda. Tapi pemiliknya adalah 99 persen orang yang sama. Itu di KPK menjadi satu kasus yang bisa dimasukkan ke Guinness World Record. Yang menerima suap sudah divonis sekarang, tapi hanya 24 bulan,” kata Denny.

“Anda bisa bayangkan, kenapa? Dengan kerugian negara yang katanya pajak seratus miliar, anehnya pemberi suapnya tidak ada. Jangankan menjadi tersangka, dipanggil saksipun tidak,” ujar Denny.

Pemberi suap dimaksud, diduga adalah Haji Isam sebagai pemilik perusahaan tersebut.

 

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.