REQNews.com

Viral Polisi Ngamuk Hancurkan Mobil Pakai Senjata Laras Panjang

The Other Side

Friday, 17 February 2023 - 12:32

Polisi di kendal merusak mobil (Foto:Istimewa)Polisi di kendal merusak mobil (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews -  Viral video menunjukkan seorang polisi ngamuk hancurkan mobil pakai senjata di Kendal, Jawa Tengah.

Dalam video yang viral di media sosial itu, pengendara mobil tiba-tiba mengamuk dan menggebuki mobilnya sendiri hingga kacanya hancur.

Pengendara tersebut menggebuki mobilnya menggunakan bedil atau senjata laras panjang.

Dalam video yang beredar luas itu memperlihatkan seoranng pria naik di atas kap mesin mobilnya, menghancurkan kaca mobilnya dengan membenturkan senjata laras panjang.

Peristiwa itu tejadi pada Rabu 15 Februari 2023 kemarin, di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Menurut warga setempat, pengendara yang anggota polisi dari Polda Jawa Tengah itu, melintas mengendarai mobil Honda merah dengan nomor polisi H 9124 AV.

Ia melaju kencang di jalan yang tak begitu lebar. Warga pun coba mengingatkan. Tapi tiba-tiba pelaku masuk ke selokan di pinggir jalan.

Ia kemudian turun membawa senjata laras panjang. Dan tak disangka, ia naik ke kap mesin mobil lalu menghancurkan kaca depan mobilnya dengan senjata yang ia bawa.

Setelah merusak mobilnya, dan mobilnya berhasil dinaikkan lagi ke jalan dengan dibantu warga, oknum polisi tersebut kembali berulah dengan menabrak motor warga yang melintas. Bahkan ia juga sempat mencoba membakar mobilnya dengan bensin, tapi bisa dicegah.

Menurut warga, saat diamankan pelaku mengaku anggota polisi dari Polda Jawa Tengah.  

"Saya lihat mobil itu melaju dan dikejar masyarakat. Mobilnya waktu sampai sini sudah kondisi rusak. Dan saat ditanyai di situ itu, ia ngaku dari Polda," kata Muso, warga setempat.

Oknum polisi tersebut kemudian diamankan di Polsek Limbangan Kendal, dan diserahkan ke Paminal Polda Jawa Tengah.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.