Kasus Rafael Alun Berdampak terhadap Minat Masyarakat Bayar Pajak?
JAKARTA, REQnews - Kasus yang menerpa Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Ditjen Pajak dinilai oleh banyak pihak akan berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.
Apalagi, Alun yang berharta Rp 56 miliar, diduga tidak wajar dan dalam penelusuran KPK, diyakini bakal mengurangi kepercayaan serta minat masyarakat untuk membayar pajak.
Bahkan, belakangan ini viral di media sosial ajakan warganet untuk sama-sama tidak bayar pajak, kalau hanya untuk memperkaya pejabat serta dipakai foya-foya juga pamer kemewahan.
Nama Alun mencuat, setelah kasus anaknya bernama Mario Dandy, yang melakukan penganiayaan brutal terhadap David, putra petinggi GP Ansor.
Mario sebagai anak dari seorang pejabat pajak, dikenal suka memamerkan kekayaan, seperti mobil Rubicon hingga motor Harley, yang membuat warganet murka.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) pun mengkhawatirkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) akan menurun akibat kasus ini.
Sekjen FITRA Misbah menjelaskan, pajak menyumbang 68 persen atau sekitar Rp 1.784 triliun dari realisasi pendapatan negara dalam APBN 2022 sebesar Rp 2.626 triliun.
"Di sisi yang lain, DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dihadapkan dengan persoalan ketidakpercayaan dari masyarakat. Jika tidak ada tindakan tegas, ketidakpercayaan dari masyarakat berpotensi pada turunnya angka partisipasi pembayaran dan pelaporan SPT tahunan," kata Misbah, dikutip dari Merdeka, Sabtu 25 Februari 2023.
"FITRA menilai, persoalan ini tidak menutup kemungkinan terjadi di lembaga negara lainnya," ujarnya menambahkan.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.