Stres Gendut hingga Terpaksa Pakai Sabu Biar Kurus Jadi Alasan Ammar Zoni Boleh Rehabilitasi?
JAKARTA, REQnews - Ammar Zoni kembali ditangkap polisi karena kasus narkoba. Ia diciduk di kawasan Sentul pada Rabu, 8 Maret 2023 bersama dua tersangka lainnya.
Terbaru, pihak keluarga mengajukan permohonan rehabilitasi untuk Ammar Zoni ke kepolisian. Permohonan tersebut pun dikabulkan.
Ammar Zoni diizinkan menjalani rehabilitasi di Lido, Bogor mulai Senin, 13 Maret 2023.
Sementara itu, pengacara Ammar Zoni, Elza Syarief mengungkapkan alasan kliennya terjerat narkoba jenis sabu. Diungkapkan Elza, Ammar sedang mengalami stres yang kemudian membuat tubuhnya gemuk karena nafsu makan jadi tak terkontrol.
Ammar, kata Elza, ingin memiliki tubuh ideal. Namun kemudian ia menerima informasi sesat perihal sabu yang kabarnya bisa membantu menguruskan badan.
"Ya kemungkinan dia stres. Dia stres jadi gendut. Ya, dia mungkin dapat informasi bahwa menggunakan (narkoba) itu bisa menguruskan badan," kata Elza dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa, 14 Maret 2023.
Namun, ada alasan lain yang ternyata juga menjadi faktor pendorong Ammar kembali menggunakan narkoba. Elza menjelaskan bahwa Ammar memang masih memiliki ketergantungan terhadap narkoba yang kemudian memicunya kembali menggunakan barang haram tersebut.
Hal tersebut yang membuat Elza menyimpulkan Ammar sebagai korban dalam kasus narkoba ini dan layak mendapat rehabilitasi.
"Tapi sebenarnya, keinginan (memakai) itu juga ada dalam dirinya. Jadi, memang ada ketergantungan. Jadi, harus disembuhkan," ungkap Elza.
Elza pun berharap masyarakat bisa ikut memberi dukungan agar Ammar Zoni bisa sembuh.
"Wajar kecewa, tapi dukunglah dia (Ammar Zoni) supaya mau berobat dan mau sembuh. Itu harus dari diri Ammar sendiri. Karena itu kepada publik, jangan menghujat dia sehingga dia makin terpuruk," kata Elza.
"Bahaya loh, orang yang makin terpuruk dia akan ngabisin duit. Begitu dia nggak punya duit, dia dimanfaatkan bandar narkoba untuk bisa menjadi pengedar," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.