KPAI Minta Komisi Yudisial Periksa Hakim Sidang AG, Kubu David Ozora Protes Keras
JAKARTA, REQNews - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, yang meminta Komisi Yudisial (KY) memeriksa hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sri Wahyuni Batubara diproptes keras kubu David Ozora.
Hakim Sri Wahyuni Batubara diketahui memvonis 3,5 tahun penjara kepada AG bekas pacar Mario Dandy yang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah terlibat dalam penganiayaan berat terhadap David Ozora.
KPAI menduga Sri Mulyani melakukan pelanggaran kode etik saat membacakan pertimbangan dalam sidang terbuka dengan menyebut aktivitas seksual AG dengan Mario Dandy secara rinci.
Anggota KPAI Dian Sasmita mengklaim ini melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim yang semestinya arif bijaksana.
Dian khawatir, paparan soal (maaf) aktivitas seksual AG dan Mario Dandy meningkatkan frekuensi labelling pada yang bersangkutan.
Terkait hal itu, Pengacara David Ozora, Mellisa Anggraini melayangkan protes keras. Lewat utas di akun Twitter pribadinya, Sabtu 15 April 2023, Mellisa mengatakan apa yang dilakukan hakim sudah sesuai dengan prosudur.
“KPAI tolonglah,kita semua tau sidang putusan itu sifatnya terbuka untuk umum, semua sudah sesuai dengan procedur, harusnya dorong agar anak2 tidak lagi melakukan aksi kriminal, bukan melindungi seperti ini,” cuitnya.
“Seluruh pertimbangan dalam memutuskan apakah unsur tindak pidana terpenuhi atau tidak tentu haris dibacakan sehingga menjadi dasar dalam hakim memutuskan vonis hukum,” ungkap Mellisa Anggraini.
Sebelumnya beredar pernyataan bahwa Mario Dandy menganiaya David Ozora karena disebut melakukan perbuatan kurang pantas terhadap pacarnya, AG, yang masih di bawah umur. Kini, hakim tunggal dalam sidang menilai AG tak jujur.
“Apakah KPAI tenang jika isu pelecehan terhadap anak David yang berkembang tanpa publik tau kebenarannya sama sekali? Kemarin KPAI diam saat anak korban David difitnah melecehkan ini juga anak loh!” pungkas Mellisa Anggraini.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.