Viral Video Pengendara Motor Seret Anjing hingga Berdarah-darah, Siap-siap! Polisi Bakal Turun Tangan
JAKARTA, REQnews - Sebuah video merekam aksi kejam seorang pengendara motor di tengah jalanan Denpasar, Bali.
Pengendara motor tersebut secara sengaja menyeret seekor anjing kecil. Video itu awalnya diunggah oleh akun Instagram @nangbryan_adventure hingga akhirnya viral.
Terlihat di video, seekor anjing kecil dengan tali terikat di leher berlari-lari terseok-seok mengikuti laju sepeda motor.
Ia tak mampu mengimbangi kecepatan sepeda motor yang menariknya. Alhasil ia pun terseret sepanjang jalan hingga kakinya berdarah.
"Kejadian tadi siang di Ciung Wanara, seorang ibu menarik anjingnya kayak gini sampai kakinya berdarah," tulis pengunggah, dikutip Minggu, 14 Mei 2023.
Video tersebut lantas viral dan membuat banyak netizen geram atas ulah pemotor tersebut.
Menanggapi kejadian viral ini, founder dan leader Animals Hope Shelter Indonesia (AHS For Indonesia), Christian Joshua Pale mengungkapkan, pihaknya telah melacak identitas si pengendara motor melalui nomor pelat.
Dia juga sudah menemukan lokasi rumah sesuai alamat yang tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Lokasi rumah sesuai STNK sudah kami temukan, ada juga anjing yang mirip. Tapi nggak nemu motornya," kata Joshua.
Selanjutnya, lanjut dia, AHS For Indonesia bakal membuat laporan ke Polda Bali terkait kasus viral ini.
Menurut Joshua, pengendara sepeda motor yang menyeret anjingnya itu perlu diproses hukum. Yayasan AHS For Indonesia pun selalu siap bergerak untuk menegakkan kesejahteraan hewan di Indonesia, salah satunya dengan memberi efek jera kepada para pelaku.
"Saya juga ingin meng-campaign jika Indonesia sudah punya produk hukum, sehingga masyarakat luas sadar jika mereka melakukan kekerasan pada hewan maka akan ada konsekuensi hukum yang akan mereka hadapi," ujar Joshua.
Adapun pengaturan kekerasan hewan telah tercantum dalam Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
