REQNews.com

Viral Curhat Deasy Natalia Cari Keadilan, Alami KDRT Suami hingga Anak Balitanya Diperkosa Bapak Kos

The Other Side

Wednesday, 26 July 2023 - 22:00

Viral curhat Deasy Natalia mencari keadilan.Viral curhat Deasy Natalia mencari keadilan.

JAKARTA, REQnews - Jagat maya tiba-tiba digemparkan dengan viralnya curhatan pilu seorang ibu muda bernama Deasy Natalia Beru Sinulingga yang mencari keadilan.

Melalui akun Instagramnya @nayya_annesa, Deasy Natalia menceritakan rentetan kejadian pahit yang dialaminya. Mulai dari Polda Sumatera Utara yang menghentikan laporannya tentang kasus KDRT dan penelantaran anak, hingga kejadian anak balitanya yang berusia 4 tahun diperkosa bapak indekos.

Deasy bercerita, dirinya sudah berupaya meminta anaknya divisum tapi polisi malah menanggapinya dengan masa bodoh.

Video curhatan Deasy itu pun viral dan membuat banyak netizen iba.

"Saya mohon kepada polisi Polrestabes Medan Jalan HM Said pada November 2021, unit PPA Perlindungan Anak tentang laporan kasus pelecehan seksual yang dilakukan bapak kost dan temannya kepada anak saya. Tapi polisi yang bertugas saat itu masa bodoh saja dan tetap tak menganggap saya ada di depan Polrestabes Medan Jalan HM Said," ungkap Deasy dalam videonya, dikutip Rabu, 26 Juli 2023.

Kisah tragis Deasy dan putri kecilnya berawal saat mereka mencari keadilan usai mengalami KDRT. Dia dan anaknya kemudian terpaksa tinggal di salah satu rumah kos di Medan untuk menyelamatkan diri dari KDRT.

Namun dalam keadaan yang sulit itu, dia dan putrinya justru kembali ditimpa masalah lebih besar. Anak perempuannya yang masih 4 tahun diduga menjadi korban pencabulan.

"Anak saya diperkosa saat kami kost di Jalan Karya Wisata dekat Chocho Bakery," tulis Deasy dalam unggahan yang diunggah pada Jumat, 21 Juli 2023.

Deasy meyakini bahwa pelaku pencabulan adalah pemilik kos itu sendiri atau salah satu rekannya. Peristiwa tragis itu terjadi pada akhir November 2021 lalu ketika Deasy sedang menyusui anak ketiganya, yang masih berusia 4 bulan, di dalam kamar kos.

Anak perempuannya sedang bermain di depan kamar tanpa pengawasan yang cermat. Deasy curiga bahwa anak balitanya dibawa ke salah satu kamar kos yang kosong di bagian depan oleh pemilik kos bersama temannya.

Dugaan Deasy ini semakin kuat karena anak perempuannya mengalami luka robek di bagian organ intimnya.

Deasy pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan. Namun, dia kemudian diarahkan oleh penyidik Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk menyediakan keterangan langsung dari korban dan melakukan visum.

Untuk mendapatkan visum, Deasy kemudian membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik di Kota Medan. Sesampainya di sana, pihak RS mengharuskan adanya Surat Laporan Polisi sebelum mereka melakukan visum.

Alhasil, proses hukum pun terhambat. Deasy akhirnya hanya bisa frustasi tanpa bisa berbuat apa-apa, meski dirinya sangat marah sekaligus trauma atas apa yang menimpa sang anak.

Menanggapi kasus viral ini, polisi pun akhirnya angkat bicara. Keterangan yang diungkap kepolisian justru berbeda dengan pengakuan Deasy.

“Bahwa laporan polisi terkait kejadian tersebut (perkosaan) tidak ada," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Hadi melanjutkan, pada November 2021, Deasy mendatangi unit PPA Polrestabes Medan untuk menanyakan laporan KDRT yang dia layangkan terhadap suaminya. Saat itu, Deasy juga menyampaikan anaknya diperkosa, tetapi dia menolak divisum.

"Kemudian, si penyidik ini, Briptu Shinta ini menyampaikan agar membuat LP terkait kejadian tersebut dan untuk dilakukan visum et repertum," jelas Hadi.

"Kemudian, dia menyatakan sudah bawa ke bidan. Kemudian ditanya hasil, dia tidak bisa menunjukkan, mau dibawa visum dia tidak mau, kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan penyidik," sambungnya.

Selain itu, kata Hadi, Deasy tercatat sebagai terlapor di tiga kasus yang berbeda. Namun, dia tak merinci 3 laporan tersebut.

"Dia juga sebagai terlapor, ada 3 laporan, di luar laporan yang suaminya itu," tandasnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.