REQNews.com

Begini Kritikan Prof Emil Salim Terhadap Kendaraan Listrik

The Other Side

Monday, 21 August 2023 - 20:31

Prof Emil Salim (Foto:Istimewa)Prof Emil Salim (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews  - Mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim mengkritik langkah pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.

Menurut Emil Salim, kendaraan listrik bukan solusi mengatasi permasalahan polisi udara apalagi mengejar target nol emisi atau net zero emissions pada 2060.

“Kendaraan listrik ketika daya baterainya habis dia akan bertumpu pada listrik, sementara keseluruhan listrik kita bertumpu batu bara yang menjadi kunci pencemaran udara,” katanya dalam dialog nasional Antisipasi Dampak Perubahan Iklim untuk Pembangunan Indonesia Emas 2045 di kantor Bappenas, Jakarta Pusat,  dikutip dari Tribunnews.com, Senin 21 Agustus 2023.

Apa yang dilakukan sekarang menurut Guru Besar FEB UI itu hanya transisi dari energi fosil ke listrik.  Yakni menggeser konsumsi minyak bumi ke batu bara yang mana sama-sama bahan bakar fosil.

Emil menegaskan selama masih bergantung pada listrik dari batu bara akan sulit Indonesia bisa mencapai NZE.

“Saya melihat ada kegalauan kebijakan di sepanjang upaya pengurangan emisi ini, belum ada ketegasan bahwa kita mau mengendalikan Co2 agar bisa mengendalikan perubahan iklim," ucapnya.

Pernyataan Prof Emil serupa dengan  Jusuf Kalla (JK) bahwa kebijakan mobil listrik hanya memindahkan emisi.

Jika sebelumnya emisi dikeluarkan melalui knalpot mobil, dengan adanya mobil listrik, emisi itu dikeluarkan melalui cerobong asap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)..

"Mobil listrik itu untuk mengurangi emisi kan, tapi tiap malam itu harus di-charge, jadi sangat tergantung kepada pembangkit," ucap JK.

"Kalau pembangkitnya tetap PLTU itu hanya pindah emisi dari knalpot mobil ke cerobong PLTU," sambung dia.

Dia menuturkan kebijakan subsidi mobil listrik harus dibarengi dengan pengembangan pembangkit listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.