REQNews.com

Dokumen Intelijen Israel Bocor, Ungkap Skenario Pengusiran Paksa 2,3 Juta Warga Gaza ke Semenanjung Sinai Mesir

The Other Side

Wednesday, 01 November 2023 - 22:00

Warga Palestina (doc: istimewa)Warga Palestina (doc: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dunia dibuat gempar dengan bocornya dokumen rahasia intelijen Kementerian Israel pada Senin, 30 Oktober 2023. Dokumen tersebut berisi skenario pemindahan secara paksa lebih dari 2,3 juta warga sipil Gaza ke Semenanjung Sinai Mesir.

Hal ini sontak membuat kecaman dunia semakin keras terhadap Israel. Skenario kontroversial tersebut juga menambah ketegangan dan ketakutan warga di Gaza.

Namun menanggapi kabar soal dokumen rahasia itu, kantor PM Benyamin Netanyahu malah berdalih dan besikap meremehkan laporan bikinan Kementerian Intelijen itu, sebagai latihan teoritis belaka, sekadar "kertas konsep," seperti laporan Associated Press, dikutip Rabu, 1 November 2023.

Sementara bagi warga Gaza yang selama puluhan tahun mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan, rencana tersebut adalah mimpi buruk yang menghidupkan kembali kenangan pahit tentang peristiwa Nakba, atau pengusiran mereka dari Tanah Air selama pertempuran pembentukan Israel pada tahun 1948.

"Kami menentang pemindahan ke mana pun, dalam bentuk apa pun, dan kami menganggapnya sebagai garis merah yang tidak akan kami izinkan dilanggar," tegas Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengomentari laporan tersebut.

"Apa yang terjadi pada tahun 1948 tidak akan diizinkan terulang," ujarnya.

Sebagai informasi, dokumen rahasia Israel itu terbit tanggal 13 Oktober, hanya enam hari setelah kelompok Hamas menyerbu masuk dan membunuh lebih dari 1.500 orang di selatan Israel serta menyandera lebih dari 240 orang dalam serangan yang memicu perang menghancurkan di Gaza. Dokumen ini pertama kali diungkapkan oleh Sicha Mekomit, sebuah situs berita lokal.

Dalam laporannya, Kementerian Intelijen, yang merupakan bagian pemerintah yang melakukan penelitian tetapi tidak menetapkan kebijakan, menawarkan tiga alternatif "untuk mengubah realitas warga sipil di Gaza sebagai respons atas tindakan kejam Hamas yang memicu perang yang merenggut banyak nyawa."

Namun, pilihan yang diajukan dalam dokumen tersebut dianggap mengarah pada keamanan Israel, meskipun dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi.

Dokumen tersebut mengusulkan pemindahan warga sipil Gaza ke kota-kota tenda pengungsi di utara Sinai Mesir, lalu membangun kota permanen dan koridor kemanusiaan yang tujuannya tidak jelas.

Namun, yang membuat warga Gaza semakin ketakutan adalah rencana untuk mendirikan zona keamanan di dalam wilayah Israel, yang akan mencegah warga Palestina yang terusir untuk kembali ke Tanah Air mereka.

Dokumen tersebut tidak menyebutkan apa yang akan terjadi pada Gaza setelah penduduknya dipindahkan seluruhnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir belum memberikan tanggapan resmi mengenai rencana Israel tersebut.

Meski demikian, Mesir sudah lama mengidentifikasi bahwa Israel berencana mengusir secara permanen seluruh warga Palestina ke wilayah mereka, seperti yang terjadi selama pembentukan negara Israel pada tahun 1948.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.