Sadis! Nih Tampang Mahasiswa Unisula yang Bunuh Ibu Kandungnya Usai Rampung Salat, Emosi Dikatai Anak Dajjal
JAKARTA, REQnews - Aksi sadis dilakukan seorang pemuda berinisial FS (22 tahun) terhada ibu kandungnya sendiri. FS tega membunuh ibunya karena tak terima dikatai anak Dajjal.
Peristiwa ini terjadi di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). FS mengaku dirinya khilaf menghabisi nyawa sang ibu karena tak bisa mengendalikan emosi.
Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengungkapkan, tersangka adalah mahasiswa di Unisula Semarang.
"Pada Jumat tanggal 17 November 2023 lalu, pukul 03.00 WIB, FS berangkat menuju Surabaya menggunakan kereta, usai dimarahi sang ibu via telepon. Setelah sampai Surabaya, tersangka menuju Pangkalan Bun menggunakan pesawat dan tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pukul 14.30 WIB," jelas Bayu, dikutip Rabu, 22 November 2023.
Tak ada yang tahu FS pulang ke Pangkalan bun. Setelah sampai di Bandara Iskandar, tersangka tidak langsung pulang ke rumahnya. FS menginap di sebuah masjid di kawasan Bundaran Pancasila.
Barulah keesokan harinya, FS pulang ke rumah menggunakan mobil. Namun ia singgah sebentar untuk makan dan menuju rumahnya menggunakan ojek.
Sampai di rumah, ia tidur di barak belakang milik orangtuanya. Kemudian, keesokan harinya dia bangun dan merokok di gazebo. Setelah itu, FS masuk rumah melalui pintu depan, langsung menuju kamar ibunya yang saat itu baru selesai salat dan duduk di pojokan kasur sembari main handphone.
Ibu-anak itu lantas terlibat percakapan hingga berujung cekcok. Menurut pengakuan pelaku, kata-kata yang dilontarkan sang ibu membuatnya naik pitam, di antaranya sang ibu menyebut pelaku bukan anaknya.
Selain itu, pelaku juga mengaku dikatai sebagai anak dajjal, serta kata-kata lain yang membuatnya kian emosi dan gelap mata. FS yang tak bisa lagi mengendalikan amarah akhirnya mencekik sang ibu. Dia kemudian memukul bagian wajah korban berkali-kali. Lalu menarik ibunya ke lantai hingga jatuh tertelungkup.
Ketika ibunya berniat bangun, FS kembali memukul tengkuk ibunya empat kali dan menghantamkan setrika ke kepala ibunya dua kali hingga ibunya berlumuran darah dan tidak sadarkan diri.
Meski sang ibu sudah tak berdaya tak sadarkan diri, emosi FS belum juga mereda. Pemuda itu kemudian keluar kamar dan mengambil pisau dapur, lalu menggorok leher ibunya sebanyak tiga kali hingga tewas.
"Korban mengalami luka memar di pelipis kiri, rahang kiri, luka robek di alis kanan sepanjang 7 cm dan lebar 3 cm, dan patah tulang alis kanan, luka robek pada bagian bibir atas, dan luka terbuka akibat senjata tajam di leher dengan panjang 10 cm, lebar 5 cm dengan kedalaman 3,5 cm," terang Bayu.
Usai menghabisi nyawa sang ibu, FS baru pergi dari kamar keesokan harinya. Dia akhirnya memutuskan menyerahkan diri ke Mapolsek Pangkalan Lada.
Atas perbuatan sadisnya, FS disangkakan Pasal 340 KUHPidana subsider Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 44 ayat (3) Jo Pasal 5 Huruf (a) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
"Ancaman pidana dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun," tandas Bayu.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.