REQNews.com

Kisah Miris Ayah di Semarang, Dipenjara Gegara Tak Sengaja Bunuh Putranya yang Mabuk Demi Lindungi Anak-Istri

The Other Side

Friday, 05 January 2024 - 18:00

Ayah di Semarang Dipenjara Gegara Tak Sengaja Bunuh Putranya yang Mabuk Demi Lindungi Anak-Istri.Ayah di Semarang Dipenjara Gegara Tak Sengaja Bunuh Putranya yang Mabuk Demi Lindungi Anak-Istri.

JAKARTA, REQnews - Nasib miris dialami seorang ayah di Semarang, Jawa Tengah bernama Sutikno Miji. Ia tak sengaja membunuh anak kandungnya sendiri, Guntur hingga berujung dibui.

Hal tersebut ia lakukan lantaran sang anak mabuk hingga mau menghabisi nyawa adiknya dan ibunya sendiri.

Sutikno Miji (59 tahun) kini pasrah dan ikhlas polisi menahannya. Berdasarkan pengakuan Sutikno, sang anak Guntur sering mengancam keselamatan keluarganya.

"Iya, dia (korban) ancam mau bunuh adik dan ibu kandungnya, maka saya pilih duel sama anak saya demi keselamatan keluarga yang lain," ujar Sutikno, dikutip Jumat, 5 Januari 2024.

Kronologi bermula saat Guntur pulang ke rumah dalam kondisi mabuk. Saat tiba di rumah, korban terus meracau hingga adu mulut dengan adiknya, JW (18 tahun).

Kemudian, ibu korban atau istri tersangka tiba-tiba berteriak minta tolong kepada Sutikno yang sedang ada di dapur.

"Anak saya itu sudah mabuk selama tiga hari sama ngepil. Pulang malah mau bunuh adiknya, sempat mau mukul pakai palu. Saya pisah malah dia ambil pisau di meja mau ditusuk ke adiknya. Adiknya saya suruh pergi," jelas Sutikno.

Setelah menyuruh anak dan istrinya pergi, Sutikno lantas berduel dengan Guntur. Awalnya, Sutikno hanya ingin melumpuhkan sang anak, namun ia gelap mata hingga akhirnya menghabisi nyawa putranya itu.

Guntur pun tewas di tangan ayahnya, Sutikno di rumah mereka di RT2 RW1 Tambangan, Mijen, Kota Semarang, Senin, 1 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kami sudah biasa diancam dan dipukuli oleh korban, ketika kejadian maksud saya hanya melumpuhkan saja, Saya lupa diri, mau lumpuhkan saja biar tak bikin onar. Sampai kejadian tak bisa mengendalikan emosi ternyata sampai tak bernyawa," katanya.

Setelah mengetahui anaknya tewas Sutikno segera berlari melapor ke ketua RT dan RW setempat. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Saya pasrah, Sak kurepe langit sak lumahe bumi, silakan saya ditahan," katanya sembari terisak.

 

 

 

 

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.