Sudah Makan Banyak Korban, Nih Sosok Pelaku Pelecehan Bocah SMP di Bogor yang Lagi Dicari Polisi
JAKARTA, REQnews - Warga Kota Bogor dibuat resah dengan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria. Menurut informasi, pelaku ini kerap melakukan aksi bejatnya di tempat umum.
Saat ini pelaku masih berkeliaran dan keberadaannya tengah diburu polisi dan keluarga korban.
Salah satu pihak yang mengumumkan soal pencarian pelaku pelecehan tersebut adalah pemilik akun Twitter @Lukerika.
"DICARI PELAKU PELECEHAN! Siapa tau mutualan gua orang Bogor ada yang kenal sama orang ini. Kejadiannya kemarin sore 8 Januari 2023 Di sekitar SMP PGRI 5 – Sancang," cuit @Lukerika, dikutip Rabu, 10 Januari 2024.
"Sepupu gua jadi korban pelecehan di sekitaran IPB Vokasi Pajajaran," sambungnya.
Akun itu juga mencantumkan foto wajah si terduga pelaku pelecehan. Dia pun menceritakan kronologi kejadian yang dialami sepupunya, yang menjadi salah satu korban pelecehan pelaku.
"Sepupu gua pulang sekolah jalan dari PGRI 5 menuju lodaya sendirian karena ga ada angkot yg arah Sancang. Tetiba ada ni manusia nyamperin terus ngeluarin alat kelam*nnya depan sepupu gua," ungkapnya.
"Akhirnya minta tolong ke warung deket situ dan langsung telepon gurunya. Sepupu gua trauma banget, kemarin pulang dianter gurunya, dia nangis dan bener bener gemeteran semua badannya. Buat siapapun hati-hati ya, tandain ni mukanya," sambungnya.
Usai mengunggah cuitan kronologi peristiwa yang dialami sepupunya, ternyata muncul laporan dari netizen lainnya yang punya pengalaman nyaris sama.
"Ternyata udah banyak yang jadi korban dia, harus ditangkap kalau kayak gini? Meresahkan banget," ungkapnya sembari menampilkan tangkapan layar pesan pribadi dari korban lainnya.
Aksi pelaku telah dilaporkan ke kepolisian dan saat ini tengah dalam proses pencarian.
"Udah buat laporan ke polisi, udah dapet alamat rumahnya juga. Semoga segera ketangkep ya. Makasih banyak semuanya. Tetep hati hati ya guys!" tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.