Dukung Rehabilitasi Narkoba, Kominfo Gandeng Lampu.id Ajak Klien BNN Belajar Public Speaking
BOGOR, REQnews - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika bersama Lampu.id bekerja sama dengan Balai Besar Rehabilitasi BNN menyelenggarakan pelatihan public speaking.
Kegiatan Serba Serbi Literasi Digital ith bertema 'Membangun Kepercayaan Diri dalam Public Speaking dan Jejaring di Era Digital' yang digelar di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat pada Kamis 15 Februari 2024.
Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN dr. Elvina Katerin Sahusilawane mengatakan jika kegiatan itu dilakukan untuk membawa semangat belajar digital yang inklusif sekaligus kolaborasi mendukung program rehabilitasi narkotika.
Selain itu, Elvina mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang merupakan klien Balai Besar BNN yang sedang menjalani rehabilitasi dan segenap staf pembimbing itu, berfokus untuk meningkatkan keterampilan public speaking dan berjejaring.
Ia pun mengapresiasi atas kepedulian dan kolaborasi baik Kominfo dan Lampu.id mendukung program rehabilitas narkotika.
"Kami berterima kasih perhatian segenap pihak dalam pelaksanaan pelatihan public speaking dan berjejaring kepada Klien kami. Kami optimis pelatihan yang diberikan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat dan menjadi semangat baru aktivitas positif tanpa kembali menggunakan narkoba. Kami juga berharap kedepannya semakin banyak pihak yang peduli dan mau bahu membahu bersama BNN dalam program rehabilitasi narkotika," kata Elvina dalam keterangannya pada Kamis 15 Februari 2024.
Sementara itu, Koordinator Literasi Digital untuk Masyarakat Kemenkominfo, Rizki Ameliah menyebut jika pelatihan ini dirancang untuk memberikan kemampuan kepada peserta agar dapat berkomunikasi secara efektif dalam situasi publik.
"Terutama dalam konteks digital yang semakin mendominasi komunikasi hari ini, meningkatkan keterampilan mereka dalam berbicara di depan umum, termasuk strategi mengelola kecemasan ketika berbicara, yang sering menjadi hambatan bagi banyak orang ketika berhadapan dengan lawan bicaranya. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat aspek sosial dan profesional bagi peserta," kata Rizki.
Menurutnya, melalui pelatihan yang efektif dalam mengatasi kecemasan panggung, peserta akan belajar bagaimana menghadapi situasi komunikasi dengan lebih percaya diri dan tenang, sehingga mereka dapat menyampaikan pesan mereka dengan jelas, tegas, dan meyakinkan.
Selain itu, lanjutnya, peserta juga dipandu memahami pentingnya membangun dan merawat jejaring melalui platform digital yang terus berkembang. Mereka diajarkan tentang bagaimana memanfaatkan media sosial dan teknologi terkini sebagai alat untuk memperluas jaringan profesional mereka, termasuk strategi membangun profil daring yang menarik, memanfaatkan platform dan menggunakan konten digital untuk memperkuat citra personal mereka.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kombinasi teknik-teknik public speaking dan pemahaman mendalam tentang penggunaan media sosial dan teknologi dalam membangun jejaring, menjadi bekal dan fondasi kepercayaan peserta dalam menghadapi tantangan komunikasi ketika kembali ke masyarakat.
Menurutnya, mereka akan mampu memanfaatkan kekuatan komunikasi untuk mempengaruhi dan memotivasi orang lain melakukan hal positif, serta membangun hubungan yang kokoh dan bermanfaat dalam dunia yang semakin terhubung secara digital.
Founder Lampu.id, Melissa Wijaya menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar menyediakan pelatihan dan peluang untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum dan membangun jejaring khususnya melalui platform digital.
"Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah memberdayakan setiap individu untuk meraih potensi maksimal mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan meningkatnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, maka seseorang dapat mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin menghalangi mereka untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional. Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas, meyakinkan, dan berdaya tarik dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi sosial maupun dalam memimpin dan mempengaruhi orang lain," kata Melissa.
Pihaknya pun percaya bahwa investasi dalam pengembangan keterampilan ini tidak hanya akan memberikan manfaat yang langsung terlihat dalam rehabilitasi, tetapi juga akan membawa dampak positif yang mendalam dalam kehidupan pribadi mereka kedepan.
"Dengan lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan potensi teknologi dan jejaring sosial secara efektif, individu dapat meraih kesuksesan yang lebih besar, mengatasi tantangan dengan lebih baik, dan menjalin hubungan yang lebih berarti dengan orang lain dalam era digital yang terus berubah,” tambah Elvina.
Menurutnya, kolaborasi Siberkreasi Kominfo dan Balai Besar Rehabilitasi BNN menunjukkan upaya bersama dari pihak-pihak terkait dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat lebih siap dan mampu mengoptimalkan potensi sektor digital untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan ekonomi secara keseluruhan," kata dia.
Kedepannya melalui program Serba Serbi Literasi Digital yang digagas bersama Lampu.id, Kominfo terus berupaya menghadirkan berbagai program dan inisiatif inklusif.
Yaitu, dengan tujuan mengedukasi seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha lokal agar dapat meningkatkan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aspek-aspek penting literasi digital, utamanya daya saing di lanskap era digital.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.