REQNews.com

Sosok Kyai Fahmi dari Ponpes Salaf Nuswantoro Mendadak Disorot! Diduga Pimpinan Aliran Sesat di Blitar yang Ajak Tukar Pasangan

The Other Side

Tuesday, 27 February 2024 - 16:51

Viral sosok Kyai Fahmi yang diduga pimpinan aliran sesat ajak bertukar pasangan di Blitar.Viral sosok Kyai Fahmi yang diduga pimpinan aliran sesat ajak bertukar pasangan di Blitar.

JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini jagat maya digemparkan dengan viralnya pengajian diduga aliran sesat yang mengajak pasangan suami istri bertukar pasangan. Menurut video yang beredar, aliran sesat tersebut diduga ada di Pondok Pesantren Salaf Nuswantoro, di Blitar, Jawa Timur.

Diduga ponpes tersebut dipimpin oleh sosok bernama Kyai Fahmi. Sosok Kyai Fahmi sendiri disebut-sebut merupakan sosok yang telah banyak menuai kontroversi.

Dikutip dari akun Instagram @memomedsos, Kyai Fahmi mengatakan bahwa bertukar pasangan diizinkan.

"Di sini bebas ganti siapa saja boleh, dari aturan kita misalnya lain jenis juga bisa di sini," kata Kyai Fahmi, dikutip Selasa, 27 Februari 2024.

"Juga dibebaskan misalnya senang dengan senang biarpun bukan suami istri bebas yang penting suka sama suka," lanjutnya.

Menurut Kyai Fahmi, bertukar pasangan akan membawa para jamaah masuk surga.

"Makanya di agama yang lain tidak ada itu," tegasnya.

"Dari aturan kita juga bisa sama, misalnya lain jenis juga bisa di sini. Dibebaskan. Kalau misalnya senang pada senang. Biarpun bukan suami istri, bebas. Kita yang penting suka sama suka gitu. Ya terserah, kalau misalnya namanya semua suami istri, kayak suami istri pergaulannya, misalnya di sini dibebaskan," ungkap pria dalam video yang viral.

"Masalah ada misalnya mau tukar pasangan pun boleh. Di sini, yang penting sih suka sama suami gitu intinya. Makanya di agama lain gak ada itu," terangnya.

Meski videonya sudah viral dan dikecam publik, hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak Ponpes Salaf Nuswantoro dan Kyai Fahmi.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.