Viral Kisah Pilu Pak Alvi 36 Tahun Jadi Guru Honorer, Terpaksa Nyambi Jadi Pemulung Demi Bertahan Hidup
JAKARTA, REQnews - Media sosial dibuat terenyuh dengan viralnya kisah perjuangan seorang guru honorer bernama Pak Alvi.
Pak Alvi sudah mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 1988 atau dengan kata lain sudah 36 tahun. Namun penghasilan sebagai guru honorer tak bisa mencukupi kebutuhan hidup Pak Alvi dan keluarga.
Alhasil, Pak Alvi sampai harus nyambi bekerja menjadi pemulung untuk menambah penghasilan. Pak Alvi biasa memulung barang-barang rongsok sepulang dari mengajar di sekolah.
Kisah Pal Alvi viral usai diunggah oleh akun X @daniellsinaga_.
"Ada yang nanya, Bapak itu guru atau pemulung, saya jawab dua-duanya," ungkap Pak Alvi dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun X @daniellsinaga_, dikutip Rabu, 6 Maret 2024.
Pak Alvi bercerita, cita-citanya memang menjadi seorang guru. Namun karena kebutuhan, ia terpaksa juga menjadi pemulung.
"Sebagai guru, saya karena sesuai dengan cita-cita saya untuk menjadi guru, untuk mencerdaskan generasi muda," katanya.
"Sedangkan pemulung adalah sampingan, bukan pokok. Kalau pokok harus setiap hari. Saya tidak setiap hari tapi setiap pulang sekolah saja," lanjutnya.
Dalam seminggu, dari hasil memulung biasanya Pak Alvi bisa mendapatkan tambahan uang sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan anak-anaknya.
"Dikumpulkan seminggu sekali kadang dapat 50, kadang 75. Itu juga untuk membeli kebutuhan ekonomi keluarga saya. Itulah kehidupan saya sebagai seorang guru juga sebagai pemulung," jelas dia.
Dalam cuitan terpisah dari akun yang sama, Pak Alvi mengatakan bahwa ia saat ini tinggal dengan kedua anaknya.
Kedua anak Pak Alvi sendiri masih duduk di bangku sekolah. Sementara istrinya telah meninggal dunia karena kanker payudara.
Dalam video, saat Pak Alvi ditemui, dia sedang mengumpulkan barang bekas. Ia pun mengatakan saat ini dirinya mengajar di sebuah Madrasah Aliyah (MA).
"Bapak nyari rongsok? profesi Bapak juga guru?" tanya perekam video.
"Iya," jawab Pak Alvi tersenyum.
"Ngajar di mana Pak?" tanya si perekam.
"Di Aliyah," jawab Pak Alvi.
"Emang kurang Pak?" tanya perekam lagi.
"Kurang, kurang biaya," ujar Pak Alvi.
"Semangat terus ya Pak ya, tapi Pak, ngajar udah lama sebenernya?"
"Dari tahun 88," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.