REQNews.com

Rhenald Kasali Ikut Kritik Bea Cukai, Bongkar Cara Kerja Petugas di Bandara yang Bikin Geleng-geleng

The Other Side

Thursday, 09 May 2024 - 20:30

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Rhenald KasaliGuru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali

JAKARTA, REQnews - Bea Cukai tak henti-hentinya jadi sorotan publik usai banyaknya netizen yang curhat lantaran merasa dirugikan akibat nilai pajak barang tak masuk akal.

Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali ikut menyoroti kinerja Bea Cukai yang tengah viral. Rhenald mengungkapkan sejumlah kritikannya terhadap instansi Bea Cukai.

Awalnya, ia bercerita tentang pengalamannya menghadapi para petugas Bea Cukai saat pemeriksaan ketika tiba di Indonesia usai kembali dari luar negeri.

Rhenald Kasali mengaku bahwa dirinya kerap merasa khawatir hingga gelisah setiap kali harus menghadapi petugas Bea Cukai. Padahal dirinya bukanlah orang yang hobi belanja barang di luar negeri.

"Saya bukan seorang pembelanja, saya tidak pernah menggunakan barang-barang mewah, saya sudah terbiasa menggunakan produk dalam negeri," kata Rhenald, dikutip dari kanal Youtube-nya, Kamis, 9 Mei 2024.

Ia pun membeberkan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Dimana, barang bawaan pribadinya dibongkar paksa oleh petugas Bea Cukai namun tidak dikembalikan ke keadaan semula.

Tak sampai di situ saja, Rhenald juga mengungkap bahwa dirinya pernah diinterogasi petugas dengan pertanyaan yang tidak berkaitan dengan masalah Bea Cukai.

"Tetapi kadang-kadang tas kita diacak-acak, dan ditanya yang tidak perlu," kata dia.

Bahkan, dirinya mengaku sempat melihat video cara kerja petugas Bea Cukai. Di mana dalam sebuah video yang ia tonton, nampak para petugas Bea Cukai tidak menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan dan masker.

"Saya melihat orang-orangnya tidak menggunakan sarung tangan, barang orang itu tidak bisa dipegang dengan tangan kosong," jelas Rhenald.

"Kemudian juga pake kek masker, pake kek celemek di sana kok ini tidak," tambahnya.

Dia lantas membandingkan kondisi Bea Cukai Indonesia dengan negara-negara lain.

"Saya sekarang tidak berdebar-debar lagi masuk ke negara-negara tertentu karena semakin tahu," katanya.

"Ketika kita masuk (ke negara tertentu red.) ada keterangannya, negara-negara itu melakukan bukan mengambil uang receh tetapi untuk memprotect kepentingan bangsanya," lanjutnya.

"Jadi kalo kita mau sup New Zealand yang diperiksa itu adalah buah-buahan, sayuran dan daging, makanan itu semua diperiksa dan kita harus declare," ujar dia lagi.

"Di Dubai mereka menciptakan smart table, ada ruangan dan kemudian barang kita ditaro di sana dan tanpa harus dibuka (tasnya) bisa ketahuan (barang) apa itu," cerita Rhenald.

"Saya berharap Bea Cukai juga menjadi lebih manusiawi, lebih terkoordinir dan jangan dong tempat pemeriksaan di lihatin orang-orang kopernya dibuka dan diacak-acak," tandasnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.