REQNews.com

Muncul Petisi Penolakan Aksi Kominfo Blokir X, Sudah Ditandatangani Puluhan Ribu Orang!

The Other Side

Monday, 17 June 2024 - 16:10

Logo Baru Twitter/X (Foto:VOA)Logo Baru Twitter/X (Foto:VOA)

JAKARTA, REQnews - Wacana pemblokiran platform media sosial X yang kabarnya bakal segera dieksekusi oleh Kominfo menuai respons negatif dari publik.

Tak hanya mengkritik, banyak masyarakat yang tegas menyuarakan penolakan atas aksi pemblokiran X oleh Kominfo tersebut.

Bahkan kini muncul petisi online yang menentang pemblokiran X. Tak main-main, petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 20 ribu orang.

Melansir dari laman Change.org, petisi tersebut memuat penolakan keras terhadap rencana pemerintah memblokir X. Petisi tersebut dibuat oleh pemilik akun Care Each Other dengan judul "Hentikan Kominfo dari Memblokir Sosial Media X" pada Sabtu 15 Juni 2024 lalu.

Hingga Senin pagi, petisi tersebut sudah ditandatangani 20.667 orang dari target 25.000 orang. Petisi tersebut dibuat untuk mewakili suara hati banyak orang yang sudah menjadikan X sebagai sumber mata pencaharian.

"Dengan memblokir platform ini, Kominfo secara tidak langsung merugikan mereka yang mencari nafkah dan mencabar hak mereka untuk mengakses dan membagikan informasi secara bebas," tulis petisi tersebut, dikutip Senin, 17 Juni 2024.

"Lebih jauh lagi, media sosial ini juga menjadi sumber berita dan update penting yang bisa dengan mudah ditemukan di linimasa," lanjut petisi tersebut."

Terlebih mayoritas masyarakat Indonesia adalah pengguna X.

"Selain itu, rata-rata pengguna media sosial di Indonesia mencapai 88 juta pengguna dengan 57% adalah pengguna aktif (Sumber: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)."

Jika pemerintah memblokir X berarti sama saja memotong akses informasi dan komunikasi bagi jutaan penggunanya.

Berikut tautan petisi penolakan pemblokiran X oleh Kominfo: https://www.change.org/p/hentikan-kominfo-dari-memblokir-sosial-media-x. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.