REQNews.com

Edan! Vladimir Putin Denda Google 2,5 Desilion Dollar AS Gegara Hal Ini

The Other Side

Friday, 01 November 2024 - 19:00

Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto:rferl.org)Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto:rferl.org)

JAKARTA, REQnews - Pemerintah Rusia menuntut pembayaran denda ke Google sebesar 2,5 desilion dollar AS karena perusahaan tersebut melakukan pemblokiran terhadap propaganda pro Kremlin.

Denda bernilai fantastis itu pertama kali dilaporkan oleh situs berita milik pemerintah RBC. Disebutkan bahwa Google telah melakukan pelanggaran pada tahun 2022, dengan melarang media lain untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Google juga melakukan pemblokiran saluran TV Rusia yakni Tsargrad dan RIA FAN pada platform streaming video YouTube. Perusahaan tersebut juga menonaktifkan akun AdSense yang ada di Rusia pada bulan Agustus 2022.

Akibat pemblokiran tersebut, Rusia menjatuhkan denda awal sebesar 100.000 rubel atau 16.186 dollar AS kepada raksasa teknologi AS tersebut pada 2020 silam. Denda itu "berjalan" setiap hari selama akses saluran TV tersebut masih diblokir.

Namun, Google tak menggubris peringatan dari pemerintah Rusia tersebut. Akhirnya, denda pun terus berlipat hingga mencapai nilai fantastis yakni 2,5 desilion dollar AS.

Angka tersebut bahkan lebih besar dari PDB seluruh dunia yang diperkirakan mencapai 100 triliun dollar AS berdasarkan data Bank Dunia.

Tak sampai di situ, otoritas Rusia juga menyita rekening bank Google untuk mendesak perusahaan tersebut membayarkan denda.

"Ini seharusnya menjadi alasan bagi manajemen Google untuk memperhatikan hal ini dan memperbaiki situasi . Ini adalah hal terbaik yang dapat dilakukan perusahaan," ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, mengutip The Moskow Times, Jumat, 1 November 2024.

Menanggapi perihal denda yang dijatuhkan pemerintah Rusia, pihak Google pun telah angkat bicara. Mereka berdalih pemblokiran dilakukan karena siaran yang diunggah media lokal Rusia memperlihatkan kekerasan selama Moskow menginvasi Kiev.

 

 

 

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.