REQNews.com

Nahloh! Imbas Viralnya Penganiayaan Chief Koas di Palembang, Netizen Desak KPK Usut Harta Kekayaan Dedy Mandarsyah

The Other Side

Jumat, 13 Desember 2024 - 23:19

Imbas Viralnya Penganiayaan Chief Koas di Palembang, Netizen Desak KPK Usut Harta Kekayaan Dedy Mandarsyah. (Foto: Facebook)Imbas Viralnya Penganiayaan Chief Koas di Palembang, Netizen Desak KPK Usut Harta Kekayaan Dedy Mandarsyah. (Foto: Facebook)

JAKARTA, REQnews - Publik tengah digegerkan dengan viralnya kasus penganiayaan terhadap dokter koas bernama Luthfi di Palembang.

Diketahui, kasus ini bermula dari Luthfi yang membuat jadwal shift piket rumah sakit untuk Lady Aurellia. Namun, Lady Aurellia yang merupakan dokter koas dari Universitas Sriwijaya, tak terima ditugaskan piket saat libur natal dan tahun baru.

Lady kemudian melaporkan masalah tersebut kepada ibunya yang merupakan pengusaha bernama Sri Meilani. Sri Meilani lantas meminta bertemu dengan Luthfi di sebuah kafe.

Di luar dugaan, pertemuan itu berujung pada penganiayaan yang dilakukan sopir Sri Meilani terhadap Luthfi.

Kasus ini pun viral hingga keluarga Lady ramai dikuliti netizen di jagat maya. Termasuk perihal ayahnya yang ternyata merupakan pejabat eselon II.

Ayah Lady Aurellia diketahui adalah Dedy Mandarsyah yang merupakan Kepala BPJN Kalimantan Barat. Jumlah harta kekayaannya yang mencapai Rp 9 miliar pun dikuliti netizen.

Publik bahkan mengulik LHKPN Dedy, dimana di dalamnya tak dicatat aset rumah di Palembang. Padahal kekayaannya mencapai Rp 9 miliar dan rumah miliknya di Palembang tak dicantumkan.

Gegara kejanggalan ini, publik pun mendesak KPK agar mengusut Dedy Mandarsyah.

"Kalau bisa sih @DitjenPajakRI usut sampai ke bapaknya, harta 9m tpi masa gk punya yg di palembang," komentar salah satu netizen di akun X @ceomical.

"Masa nggak ada rumah di Palembang, tinggal dimana dong," kata netizen lainnya.

"Punya tanah harga 200jt jaksel tu, tanahnya dibawah gorong2 kah kok masi dpt 200jt?" sindir yang lain.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.